Marc Kennedy, atlet curling veteran asal Kanada berusia 44 tahun, menjadi pusat kontroversi di Olimpiade Musim Dingin 2026. Ia dituduh melakukan pelanggaran double-touching—tindakan memberikan dorongan tambahan dengan jari setelah melepas gagang batu—saat melawan Swedia dan Swiss pada Jumat (13/2).
Tim Swedia memprotes Kennedy karena dianggap memanipulasi arah batu secara ilegal. Meski sensor hog line menyala hijau (tanda aman), rekaman TV menunjukkan Kennedy sempat menyentuh batu tersebut kembali.
Kontroversi berulang saat melawan Swiss pada Sabtu (14/2). Meski menang 9-5, tim Swiss melaporkan Kennedy ke wasit atas pelanggaran serupa.
Berdasarkan aturan, atlet tidak boleh menyentuh batu setelah dilepaskan. Jika tersentuh, batu dianggap “terbakar” dan harus disingkirkan. Kennedy membantah keras tuduhan tersebut dan sempat terlibat adu mulut panas dengan pemain Swedia, Oskar Eriksson. Ia menyebut tuduhan itu muncul hanya karena lawan kesal karena kalah.
Pengamat curling menilai aksi tersebut mungkin lebih ke arah “memori otot” daripada kesengajaan untuk curang, namun tetap melanggar etika olahraga.
Federasi Curling Dunia telah mengerahkan wasit tambahan di garis lempar untuk memantau sisa pertandingan. Meski begitu, hasil pertandingan sebelumnya tetap sah karena curling tidak menggunakan tayangan ulang video (VAR) untuk mengubah keputusan yang sudah ditandatangani di akhir laga. Kasus ini kini membayangi perjalanan tim Kanada yang menjadi kandidat kuat peraih medali.
