Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) melaksanakan sosialisasi Pendidikan Pancasila dan Buku Teks Utama (BTU) kepada satuan pendidikan dasar dan menengah se-Kota Ambon, Maluku.
Kegiatan ini dinilai sebagai solusi atas krisis nilai yang muncul akibat hilangnya Pendidikan Pancasila dari sistem pendidikan formal selama lebih dari dua dekade.
Sosialisasi yang digelar pada 24 Juli 2025 tersebut dihadiri oleh sekitar 300 kepala sekolah dan guru dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, bersama Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Dalam pernyataannya, Yudian menegaskan pentingnya membumikan kembali nilai-nilai Pancasila ke dalam dunia pendidikan. Hal ini diperkuat dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022, yang menetapkan Pendidikan Pancasila sebagai kurikulum wajib bagi seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.
BTU Pendidikan Pancasila dirancang berbeda dari buku sebelumnya, dengan pendekatan 30 persen teori dan 70 persen praktik. Ini bertujuan agar nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Selain sosialisasi, BPIP juga memberikan penghargaan kepada dua kepala sekolah di Maluku yang telah mengimplementasikan BTU Pendidikan Pancasila di sekolah masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ideologi generasi muda di tengah tantangan global dan arus modernisasi yang menggerus nilai-nilai luhur bangsa.
Caption | Admin: Raihana