JAKARTA – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada eskalasi militer Timur Tengah. Dalam pernyataan video yang dibagikan di platform X pada Rabu (4/3/2026), ia menekakan posisi Spanyol adalah “tidak untuk berperang” dan menyerukan gencatan senjata segera antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran.
Sanchez menolak keterlibatan Spanyol dalam tindakan yang disebutnya “buruk bagi dunia” hanya karena takut akan pembalasan. Ia juga mengecam rezim Iran atas penindasan terhadap rakyatnya, namun menegaskan bahwa satu tindakan ilegal tidak bisa dibalas dengan tindakan ilegal lainnya, merujuk pada serangan sepihak AS dan Israel.
Selain itu, Sanchez menyebut militer Spanyol bekerja siang dan malam untuk menyiapkan mekanisme evakuasi bagi warga di kawasan konflik.
“Kami memiliki keyakinan mutlak pada kekuatan ekonomi, kelembagaan, dan juga, saya katakan, kekuatan moral negara kami. Pada saat-saat seperti ini, kami merasa lebih bangga dari sebelumnya menjadi orang Spanyol,” ujarnya, dikutip dari Anadolu, Kamis (5/3/2026).
Ketegangan antara AS dan Spanyol
Ketegangan antara AS dan Spanyol meningkat setelah Madrid menolak mengizinkan Washington menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk menyerang Iran. Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan kepada radio Cadena SER bahwa posisi pemerintah tidak berubah sedikit pun.
“Posisi Pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah dan pemboman di Iran, mengenai penggunaan pangkalan, tidak berubah sedikit pun,” kata Albares.
Pernyataan itu muncul setelah Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut Spanyol telah setuju bekerja sama dengan militer AS, menyusul ancaman Presiden Donald Trump yang mengultimatum akan memutus semua perdagangan dengan Madrid. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Spanyol.