JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa arah investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) harus berpijak pada kepentingan masyarakat luas.
Ia mengingatkan pentingnya fondasi publik dalam setiap langkah bisnis Danantara, agar transformasi yang diusung tetap relevan dan inklusif.
Dalam pertemuan dengan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, Sri Mulyani menyoroti perlunya strategi jangka panjang yang mengedepankan nilai keberlanjutan dan penciptaan lapangan kerja melalui penguatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Investasi Danantara harus tetap berakar pada kepentingan publik,” kata Sri Mulyani, melalui akun Instagram resminya @smindrawati, Kamis.
Pertemuan tersebut turut membahas sejumlah isu strategis, khususnya di sektor energi dan mineral.
Menteri Keuangan menekankan urgensi reinvestasi di komoditas penting demi mendukung agenda pembangunan jangka panjang secara konsisten dan terukur.
Diskusi tersebut juga menyentuh pentingnya tata kelola investasi yang akuntabel serta kebijakan pro-investasi.
Konsolidasi 889 BUMN Jadi Di Bawah 200 Entitas
CIO Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan visinya untuk menyatukan pengelolaan 889 perusahaan BUMN agar berada di bawah satu koordinasi Danantara Indonesia.
Langkah ini diyakini akan mempercepat konsolidasi dan memperkuat kerja sama antar entitas negara.
Menurut Pandu, penyederhanaan struktur BUMN diperlukan agar program pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dapat tercapai, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Setelah resmi dibentuk, Danantara Indonesia telah menggandeng sejumlah investor internasional, serta menginisiasi berbagai skema kerja sama, termasuk dukungan pendanaan untuk memperkuat modal kerja perusahaan negara.
Danantara Gaet Qatar dan Suntik Dana ke Garuda Indonesia
Salah satu langkah nyata Danantara adalah menjalin kemitraan dengan Qatar Investment Authority (QIA).
Kemitraan ini mencakup pengelolaan dana investasi sebesar 4 miliar dolar AS, yang diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan sektor produktif nasional.
Tak hanya itu, dalam rangka memperkuat sektor transportasi udara, Danantara juga telah mengucurkan shareholder loan sebesar Rp6,65 triliun kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan penguatan bisnis maskapai nasional tersebut.
“Dengan komitmen dan tata kelola yang baik, pertemuan ini menjadi langkah penting menuju pengelolaan keuangan negara yang lebih akuntabel dan pro-investasi,” ujar Sri Mulyani.***