PEKANBARU – PT Angkasa Pura Indonesia (API), yang mengelola Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, telah merancang berbagai strategi untuk mengembangkan bisnisnya pada 2025.
Radityo Ari Purwoko, Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, menjelaskan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat operasional bandara di tahun ini. Salah satu prioritas utama adalah mempersiapkan lonjakan penumpang pada momen-momen tertentu, seperti Festival Bakar Tongkang, yang biasanya meningkatkan aktivitas penerbangan.
“Kami terus mempersiapkan antisipasi, terutama saat momen-momen seperti itu. Selain itu, kami juga meningkatkan pelayanan taksi bandara dengan koordinasi bersama operator, termasuk melakukan peremajaan armada. Saat ini, sudah ada 10 unit mobil listrik yang beroperasi, dan ke depannya kami berupaya memastikan layanan taksi semakin baik,” ungkap Radityo pada Selasa (14/1), dilansir dari bisnis.com.
Bandara SSK II Pekanbaru juga menargetkan penambahan 2-3 rute baru setiap tahunnya, sesuai dengan tren yang ada. Pada 2024, misalnya, bandara ini berhasil membuka rute baru ke Semarang dan Surabaya, serta meningkatkan frekuensi penerbangan ke Kualanamu Medan dengan menggunakan pesawat yang lebih besar, dari Wings Air menjadi Super Air Jet.
Radityo menyebutkan bahwa maskapai biasanya menginformasikan rencana rute baru 1–2 bulan sebelumnya. Meskipun perusahaan penerbangan umumnya berhati-hati dalam merencanakan strategi bisnis jangka panjang, pihaknya selalu berupaya untuk mengetahui rencana maskapai setahun ke depan.
Untuk rute internasional, Radityo menyebutkan Kuala Lumpur dan Singapura sebagai tujuan favorit dari Pekanbaru. Meski demikian, ia berharap bisa membuka rute baru ke Bangkok, Thailand, meskipun hingga kini belum ada maskapai yang menunjukkan minat untuk melayani rute tersebut.
Sementara itu, rute Pekanbaru-Jakarta masih menjadi yang paling ramai, dengan okupansi mencapai 82%. “Masih ada peluang 18% untuk memenuhi permintaan pasar. Kami juga terus mengevaluasi potensi rute baru dan peningkatan frekuensi penerbangan yang ada,” tambahnya.
Radityo menekankan pentingnya kolaborasi antara bandara dan maskapai dalam memberikan layanan terbaik. Meskipun beberapa rute seperti ke Semarang sempat tutup sementara, pihak bandara tetap membuka peluang bagi maskapai lain untuk memenuhi kebutuhan penumpang apabila permintaan meningkat.
Melalui berbagai strategi ini, Bandara SSK II Pekanbaru berharap dapat terus meningkatkan konektivitas udara, memberikan layanan yang optimal, dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025.