Gelombang dingin ekstrem semakin mencengkeram wilayah India utara, dengan suhu udara di sejumlah negara bagian turun hingga mendekati titik nol derajat Celsius.
Pada Kamis, ibu kota Delhi mencatat pagi terdingin sepanjang musim dingin tahun ini, dengan suhu minimum mencapai 2,9 derajat Celsius. Kondisi serupa juga terjadi di negara bagian tetangga, Haryana, di mana suhu di beberapa wilayah dilaporkan turun di bawah 1 derajat Celsius.
Foto-foto kendaraan yang diselimuti embun beku—mulai dari mobil hingga sepeda motor—ramai beredar di media sosial, mencerminkan betapa ekstremnya kondisi cuaca saat ini.
Bertahan Empat Hari, Cuaca Dingin Masih Berlanjut
Departemen Meteorologi India menyebutkan gelombang dingin ini telah berlangsung selama empat hari berturut-turut dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga Jumat.
Di India utara, gelombang dingin didefinisikan sebagai kondisi ketika suhu minimum turun di bawah 4 derajat Celsius di wilayah dataran rendah—ambang yang kini telah terlampaui di banyak daerah.
Transportasi Terganggu, Bandara Keluarkan Peringatan
Cuaca ekstrem tersebut mulai berdampak pada sektor transportasi. Jadwal penerbangan terganggu, sementara sejumlah layanan kereta api terpaksa dibatalkan.
Pada dini hari Kamis, Bandara Delhi mengeluarkan peringatan kepada para penumpang mengenai potensi keterlambatan penerbangan akibat jarak pandang yang menurun drastis, terutama karena kabut tebal.
Berbeda dengan negara-negara beriklim dingin, sebagian besar rumah di wilayah dataran India tidak dirancang untuk musim dingin ekstrem. Banyak bangunan tidak memiliki sistem pemanas sentral, membuat warga harus mengandalkan pemanas portabel atau selimut tebal untuk bertahan dari suhu rendah.
Polusi Udara Perparah Risiko Kesehatan
Gelombang dingin ini terjadi di tengah kualitas udara yang masih berada pada kategori berbahaya di banyak kota India utara.
Selama musim dingin, suhu rendah membuat polutan terperangkap dekat permukaan tanah, memperburuk kabut asap dan menurunkan jarak pandang. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis.
Para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruang, menggunakan pelindung pernapasan, dan tetap menjaga kondisi tubuh di tengah kombinasi cuaca dingin ekstrem dan polusi udara tinggi.
