Bumi di bagian utara Indonesia belum berhenti bergejolak. Pasca-gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 yang mengguncang Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis pagi (2/4/2026), rentetan gempa susulan terus menghantui warga.
Hingga pukul 16.15 WIB, BMKG mencatat setidaknya 180 kali gempa susulan (aftershock) telah terjadi. Salah satu yang terbesar mencapai kekuatan M 5,8, sementara yang terbaru tercatat M 4,9 di laut arah barat laut Jailolo pada kedalaman 10 km.
“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelas Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.
Dampak Kerusakan di Tiga Provinsi
Guncangan hebat ini tidak hanya dirasakan di Sulawesi Utara, tetapi juga menjalar hingga Maluku Utara dan Gorontalo. Beberapa laporan kerusakan mulai masuk ke meja redaksi:
-
Kota Ternate: Merasakan intensitas V-VI MMI. Warga berhamburan keluar rumah, plester dinding berjatuhan, hingga kerusakan pada cerobong asap pabrik.
-
Manado: Warga terbangun akibat getaran kuat (IV-V MMI). Gedung KONI Sario dilaporkan mengalami kerusakan.
-
Pulau Batang Dua: Gereja Kalvari di wilayah ini turut terdampak akibat guncangan tektonik tersebut.
Daftar Ketinggian Tsunami yang Terpantau
BMKG mengonfirmasi bahwa gempa utama M 7,6 sempat memicu gelombang tsunami di beberapa titik pesisir. Meski ketinggiannya bervariasi, status waspada sempat menyelimuti warga. Berikut data ketinggian tsunami terbaru:
| Lokasi | Ketinggian Gelombang |
| Minahasa Utara | 0,75 meter |
| Belang | 0,68 meter |
| Sidangoli | 0,35 meter |
| Halmahera Barat | 0,30 meter |
| Gita | 0,24 meter |
| Bitung | 0,20 meter |
| Tagulandang | 0,19 meter |
| Kedi | 0,15 meter |
| Bumbulan | 0,13 meter |
Langkah Cepat BMKG
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, BMKG segera menerjunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (pemantauan gempa susulan). Selain itu, sejumlah seismograf portabel akan dipasang di sekitar Ternate dan Maluku Utara untuk mempercepat pengumpulan data akurat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, menjauhi bangunan yang sudah retak, serta terus memantau arahan resmi dari BPBD dan BMKG demi menghindari informasi hoaks yang beredar pascabencana.