JAKARTA – Banjir bandang kembali menerjang kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, setelah Sungai Batang Aia Pisang meluap akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis siang.
Sekretaris BPBD Sumatra Barat Ilham Wahab memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian banjir bandang susulan ini.
“Mudah-mudahan memang tidak ada korban tambahan dari korban yang sudah terjadi akibat banjir dan longsor sebelumnya,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3.
Ilham menjelaskan, hingga saat ini data korban bencana sebelumnya di Sumatra Barat, khususnya di Kabupaten Agam, masih mencatat 38 orang hilang dan 163 orang meninggal dunia.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir bandang terbaru masih digabungkan dalam masa tanggap darurat yang sedang berlangsung di Kabupaten Agam.
Sebelumnya, banjir bandang membawa material lumpur dan bebatuan yang menghantam puluhan rumah warga di Jorong Pasar Maninjau serta merusak akses jalan penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi.
Sejumlah rumah yang berada di sepanjang aliran Sungai Batang Aia Pisang dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan arus banjir bercampur material berat.
“Air disertai material lumpur berbatuan menerjang puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau termasuk jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi,” katanya.
Ia menyebutkan, pendataan total kerusakan masih terus dilakukan oleh pemerintah kecamatan dan nagari karena kondisi di lapangan belum sepenuhnya stabil.
“Upaya-upaya pembersihan dan pembukaan jalan masih tetap berlangsung di Agam,” katanya.
Ilham mengingatkan bahwa intensitas hujan di wilayah Sumatra Barat saat ini masih tergolong tinggi sehingga potensi banjir susulan masih mengancam.
“Prediksi BMKG memang potensi hujan masih ada di Sumatra Barat. Dengan kondisi-kondisi ini kita tetap meningkatkan kewaspadaan, kesiap-siagaan karena juga kesiapan sungai untuk menampung air kan sekarang sudah mulai bertambah kurang,” ucapnya.
Sebelum banjir bandang susulan ini, kawasan tersebut juga terdampak longsor di hulu sungai Kelok 28 yang menyebabkan pendangkalan sungai dan memicu luapan air.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pemerintah daerah telah menurunkan alat berat guna melakukan normalisasi sungai di sejumlah titik rawan banjir.***