GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia kini mendapat pengakuan internasional berkat keberhasilan mencapai swasembada pangan. Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri KTT ASEAN di Filipina, saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo.
“Kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, swasembada jagung, dan swasembada banyak hal lainnya. Kita sekarang tidak perlu lagi impor pangan dari luar,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan bahwa kontribusi nelayan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Para nelayan punya jasa besar, sehingga kita ingin memperkuat peran para nelayan kita,” tambahnya.
Prabowo juga menekankan bahwa sektor perikanan dan kelautan harus menjadi fokus utama pembangunan nasional ke depan. Menurutnya, konsep ekonomi biru atau blue ocean economy merupakan arah strategis yang harus diperkuat.
“Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, The Blue Ocean Economy. Ini sangat penting. Ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita harus bersyukur dan sekarang kita harus melakukan investasi besar-besaran,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung kritik yang kerap diarahkan kepadanya. “Saya sering diejek, Prabowo ini, Prabowo itu, tapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat, kita tidak boleh ragu-ragu. Kita berada di jalan yang benar,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Prabowo, telah menyiapkan sejumlah program konkret untuk memperkuat sektor perikanan nasional. Tahun ini akan diresmikan 1.386 kampung nelayan baru, yang akan dilanjutkan dengan pembangunan seribu desa nelayan setiap tahun. Selain itu, sebanyak 1.582 unit kapal ikan baru akan didistribusikan kepada koperasi nelayan.
Ia juga menyoroti kondisi nelayan yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. “Para nelayan sering dilupakan. Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasib nelayan. Beruntung sekarang pemerintah akan memperhatikan semua nelayan dan semua petani di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Prabowo untuk menyampaikan optimisme nasional di tengah ketidakpastian global. Ia menegaskan bahwa Indonesia berada dalam posisi kuat karena telah mencapai swasembada pangan dan tengah menuju swasembada bahan bakar minyak (BBM).
“Kita tidak akan impor BBM lagi. Sudah-sudah. Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang kekayaan harus bisa kita kuasai. Harus bisa kita kelola dengan baik,” pungkasnya.