JAKARTA – Pemerintah memastikan kegiatan belajar di sekolah tidak akan beralih ke sistem daring meski ada kebijakan penghematan energi nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan proses pembelajaran tetap berlangsung secara tatap muka seperti biasa.
“Sekolah masuk sebagaimana biasa. Tidak ada pembelajaran daring,” katanya kepada wartawan.
Penegasan ini sekaligus meluruskan kabar yang sempat beredar terkait kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seiring kebijakan efisiensi energi. Kebijakan tersebut sendiri diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global.
Sempat muncul anggapan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan berdampak pada sistem belajar siswa. Namun, Mu’ti memastikan dunia pendidikan tidak terdampak dalam bentuk perubahan metode pembelajaran.
Terkait penerapan WFH, pemerintah masih menyiapkan regulasi resmi melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB). “Untuk WFH akan ada edaran dari Men PANRB,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengakui bahwa pemerintah sempat mengkaji opsi penyesuaian sistem belajar sebagai bagian dari strategi penghematan energi. Namun, opsi tersebut belum dianggap mendesak untuk diterapkan.
Ia menjelaskan, jika pun diterapkan, model PJJ akan disesuaikan dengan kebutuhan mata pelajaran, terutama untuk kegiatan praktikum yang tetap harus dilakukan secara langsung di sekolah.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan sejumlah aspek lain, seperti keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dukungan akses internet bagi siswa. Kebijakan efisiensi energi lintas sektor ini direncanakan mulai berjalan pada April 2026.
“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” kata Pratikno.
Dalam arahannya kepada jajaran Kemenko PMK, Pratikno kembali menegaskan bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026.
“Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,”jelasnya.
Dengan adanya kepastian ini, orang tua dan tenaga pendidik diharapkan tidak lagi khawatir. Pemerintah menegaskan bahwa upaya penghematan energi tidak akan mengganggu kualitas pembelajaran, terutama setelah pengalaman penurunan kualitas belajar (learning loss) selama pandemi.
Fokus utama tetap pada keberlangsungan pendidikan yang optimal, seiring upaya pemerintah menjaga stabilitas energi di tengah dinamika global.