JAKARTA — Pemerintah menyiapkan kebijakan pendidikan gratis dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyebut kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif.
Menurut Qodari, pendidikan berkualitas harus dapat diakses seluruh anak Indonesia tanpa terbebani kemampuan ekonomi keluarga.
“Pendidikan gratis menghilangkan biaya, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas agar setiap anak Indonesia dapat memperoleh pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga,” ucap Qodari dalam keterangannya, Senin (28/9).
Kebijakan pendidikan gratis nantinya melengkapi sejumlah program pendidikan yang telah dijalankan pemerintah saat ini.
Pemerintah juga mempercepat pembenahan fasilitas sekolah melalui revitalisasi satuan pendidikan dan distribusi Papan Interaktif Digital (PID).
Di sisi lain, pemerintah mengembangkan sejumlah model sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Program tersebut mencakup Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, serta Sekolah Unggul Garuda.
“Mendekatkan layanan pendidikan bermutu ke daerah melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi, memperluas program afirmasi dan pendidikan bagi kelompok yang membutuhkan melalui Sekolah Rakyat, memperluas kesempatan bagi talenta unggul melalui Sekolah Unggul Garuda,” tegasnya.
Penguatan sektor pendidikan juga diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan tenaga pendidik di berbagai daerah.
Qodari menilai kualitas guru menjadi unsur penting karena keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas.
“Seiring dengan kebijakan pendidikan gratis, dalam rapat kabinet terbatas, Presiden Prabowo juga kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru,” kata dia.
Menurut dia, peningkatan kompetensi, profesionalitas, dan kesejahteraan guru harus berjalan seiring dengan pembangunan serta pembenahan fasilitas pendidikan.
Pemerintah memandang pendidikan sebagai investasi strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
“Komitmen pendidikan gratis, revitalisasi sarana-prasarana, penguatan guru, Sekolah Rakyat, serta berbagai program afirmasi pendidikan merupakan satu langkah transformasi yang bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak Indonesia tumbuh dan berkembang secara optimal,” ucapnya.
Qodari menegaskan transformasi pendidikan tersebut diarahkan agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi hambatan bagi anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah menggabungkan perluasan akses, pembenahan sekolah, penguatan guru, serta program afirmasi dalam satu agenda pembangunan pendidikan.***