JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini ditekankan bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan sebuah gerakan nurani yang mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak bangsa.
Dalam sosialisasi yang digelar di Gedung Hafiyun, Banjarmasin, Kamis (9/10/2025), Anggota Komisi IX DPR RI Mariana menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen negara menghadirkan pemerataan gizi di seluruh pelosok Indonesia.
Pemerintah, kata Mariana, ingin memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan cerdas melalui asupan bergizi yang layak.
Ia menilai langkah ini merupakan pondasi penting dalam mencetak generasi unggul yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
“Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak yang belajar dengan perut kosong, tidak ada ibu yang cemas akan tumbuh kembang anaknya,” kata Mariana dalam keterangannya, Senin (13/10/2025).
Sosialisasi yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat ini menjadi ruang terbuka bagi publik untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memahami arah kebijakan gizi nasional.
Diskusi berlangsung hangat, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan dalam membangun kesadaran gizi sejak dini.
Ahli Gizi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Zumiati Rochmah, mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan.
Ia menilai bahwa kesadaran ibu hamil terhadap pola makan bergizi akan menentukan kualitas generasi berikutnya.
“Gizi yang baik adalah doa yang diwujudkan dalam tindakan, setiap ibu berhak memahami bahwa apa yang ia makan hari ini adalah fondasi kehidupan anaknya kelak,” ujar Zumiati di sela kegiatan sosialisasi.
Dukungan terhadap program MBG juga datang dari perwakilan Badan Gizi Nasional, Teguh Suparngadi.
Ia menilai bahwa program ini bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga mampu menggeliatkan roda ekonomi di tingkat daerah.
“Ketika dapur MBG beroperasi, petani, nelayan, dan peternak ikut hidup. Ini bukan hanya tentang makan bergizi, tapi tentang hidup yang bergizi,” tutur Teguh dalam acara tersebut.
Sosialisasi di Banjarmasin ini menggambarkan semangat baru dalam membangun bangsa dari meja makan keluarga Indonesia.
Program MBG kini menjadi simbol gotong royong dan kepedulian sosial, meneguhkan tekad bersama menuju Indonesia Emas 2045 melalui gizi, cinta, dan kepedulian yang menyeluruh.***