Bandara Internasional Dubai (DXB) kembali membuktikan diri sebagai pusat gravitasi perjalanan global. Sepanjang tahun 2025, gerbang utama Uni Emirat Arab ini sukses mempertahankan mahkotanya sebagai bandara tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional, dengan angka fantastis mencapai 95,2 juta penumpang.
Kebangkitan “Dubai Inc” yang Tak Terbendung
Bukan sekadar angka, lonjakan penumpang ini mencerminkan dominasi ekonomi Dubai yang kian menggila di sektor pariwisata, bisnis, dan real estat. Pada Senin (23/2/2026), otoritas setempat melaporkan rekor kunjungan wisatawan sebanyak 19,6 juta orang—sebuah pencapaian tertinggi selama tiga tahun berturut-turut.
Paul Griffiths, CEO Dubai Airports, menyebutkan bahwa pemecahan rekor kini bukan lagi kejutan, melainkan standar baru bagi mereka. Sebagai markas besar maskapai raksasa Emirates, DXB kini melayani 108 maskapai yang menjangkau 291 destinasi di 110 negara.
Laju Pertumbuhan Penumpang DXB
Data menunjukkan grafik yang terus meroket sejak masa pra-pandemi hingga mencapai puncaknya di tahun 2025:
| Tahun | Jumlah Penumpang |
| 2025 | 95,2 Juta (Puncak Rekor) |
| 2024 | 92,3 Juta |
| 2023 | 86,9 Juta |
| 2019 | 86,3 Juta (Pra-Pandemi) |
| 2018 | 89,1 Juta |
India tetap menjadi kontributor penumpang terbesar dengan 11,9 juta orang, diikuti oleh Arab Saudi dan Inggris.
Dilema Popularitas: Pindah ke Al Maktoum
Namun, kesuksesan besar ini membawa tantangan baru. Dubai kini mulai “sesak” akibat popularitasnya sendiri. Kemacetan jalanan dan lonjakan biaya hidup mulai membayangi para ekspatriat dan warga lokal.
Untuk menjaga kenyamanan masa depan, pemerintah Dubai telah menyusun langkah ambisius: memindahkan seluruh operasional utama dari DXB ke Bandara Internasional Al Maktoum. Terletak 45 kilometer dari pusat kota, bandara masa depan ini dirancang sebagai mega-fasilitas yang mampu menampung kapasitas yang jauh lebih besar dari apa yang dicapai DXB hari ini.
Dubai tidak hanya ingin menjadi yang tersibuk, mereka sedang bersiap untuk menjadi yang terbesar dalam sejarah penerbangan manusia.