BIRMINGHAM – Pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana gagal melewati rintangan perdana pada turnanem BWF Super 1000, All England 2026.
Mereka tumbang dua gim langsung dari duet China Taipei Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dalam laga yang digelar di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Selasa (3/3/2026).
Hasil ini sekaligus menghentikan langkah Leo/Bagas lebih cepat dari ekspektasi publik, terutama setelah pencapaian impresif mereka musim lalu yang sukses menembus partai puncak All England.
Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Leo/Bagas harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 13-21 dan 19-21.
Sejak gim pertama, pasangan Indonesia tampak kesulitan keluar dari tekanan permainan cepat dan agresif yang diperagakan Lee/Yang.
Dominasi reli cepat serta variasi serangan yang konsisten membuat Leo/Bagas tidak leluasa mengembangkan pola permainan terbaiknya.
“Kami sudah mempelajari permainan mereka lewat video tapi ternyata tadi sangat berbeda di lapangan,” kata Bagas dalam keterangan resmi PBSI pada Selasa.
Analisis pra-pertandingan yang telah disiapkan rupanya tidak berjalan sesuai rencana karena karakter permainan lawan berubah signifikan dibanding pertemuan sebelumnya.
Leo mengungkapkan bahwa dirinya bersama Bagas sebenarnya telah merancang strategi khusus untuk meredam agresivitas Lee/Yang, mengingat keduanya sudah tiga kali saling berhadapan di turnamen berbeda.
Namun realitas di lapangan menunjukkan pasangan Chinese Taipei tampil jauh lebih berani dalam duel net serta memiliki daya pukul yang lebih kuat.
“Dalam tiga turnamen di mana kami pernah bertemu, mereka tidak seaktif ini dan tidak se-powerful ini. Mereka juga sudah tahu harus bermain apa hari ini,” ujar Leo.
Kondisi tersebut membuat Leo/Bagas lebih banyak berada dalam posisi bertahan dan kesulitan membalikkan momentum pada gim kedua meski sempat memberikan perlawanan ketat.
Upaya mengejar ketertinggalan angka di gim kedua belum cukup untuk memaksakan rubber game karena lawan tetap konsisten menjaga ritme hingga poin akhir.
Meski tersingkir lebih awal, Leo menegaskan bahwa faktor tekanan bukan menjadi penyebab kekalahan mereka pada All England 2026 kali ini.
“Kami tidak merasakan tekanan karena tahun lalu bisa sampai ke final malah itu jadi motivasi untuk lebih bagus lagi. Kami terima hasil ini,” kata Leo.
Evaluasi menyeluruh dipastikan akan dilakukan guna memperbaiki penerapan strategi serta adaptasi permainan menghadapi lawan yang berkembang cepat di level elite dunia.
Kegagalan ini menjadi catatan penting bagi sektor ganda putra Indonesia dalam menjaga konsistensi performa di turnamen besar sepanjang musim 2026.***