Di tengah duka mendalam yang melanda Pulau Sumatera akibat banjir bandang dan longsor yang dipicu Siklon Tropis Senyar, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengambil langkah cepat untuk memperkuat penanganan darurat. Pada Sabtu (29/11) malam Menhan Sjafrie menelepon langsung Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A.
Menhan Sjafrie meminta pengerahan mahasiswa koas (koasisten) kedokteran militer untuk ditempatkan di lokasi bencana. Percakapan singkat itu menyoroti urgensi medis di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), di mana korban jiwa terus bertambah dan fasilitas kesehatan overload.
“Yang koas-koas itu tinggalnya di mana? Berapa jumlahnya?” tanya Menhan Sjafrie melalui sambungan telepon dari dalam pesawat.
Rektor Anton Nugroho bahwa koas berjumlah 74 orang, yang kemudian diminta untuk segera dimobilisasi ke lokasi bencana. Langkah ini bagian dari upaya pemerintah pusat mempercepat respons kemanusiaan, di mana TNI sudah kerahkan ribuan prajurit untuk SAR dan evakuasi.
“Saya butuh koas-koas itu untuk tanggap darurat,” kata Menhan Sjafrie.
Inisiatif ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto pada 27 November, yang memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga gunakan “semua sumber daya” untuk bencana. Menhan Sjafrie juga koordinasi dengan BNPB untuk integrasikan koas ke tim SAR gabungan TNI-Polri-Brimob, prioritas tangani korban luka-luka dan pencegahan penyakit pasca-bencana seperti ISPA dan diare di posko pengungsian.
Kondisi Terkini Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar: Korban Jiwa Naik Jadi 303
Bencana yang bermula 21 November 2025 akibat Siklon Tropis Senyar (evolusi dari Bibit Siklon 95B) terus beri dampak dahsyat, meski cuaca mulai cerah dua hari terakhir berkat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) BNPB-BMKG. Per 29 November 2025 pukul 08.00 WIB, BNPB catat total korban jiwa 303 orang (Sumut 166 tewas, Sumbar 90 tewas, Aceh 47 tewas), dengan 279 hilang dan 12 luka-luka.