Banjir melanda Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejak akhir pekan lalu. Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari menyebabkan sejumlah sungai besar meluap, memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Hingga Senin (19/1/2026), tercatat lebih dari 8.500 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di kedua wilayah tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang terjadi sejak 16 hingga 18 Januari 2026.
Situasi semakin memburuk setelah tanggul Sungai Kalimalang jebol di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, pada Jumat (16/1), sehingga air meluas ke kawasan permukiman.
Karawang: Puluhan Desa Terendam
Data BPBD Kabupaten Karawang menunjukkan banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet telah merendam 3.162 rumah di 26 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Sebanyak 13.400 warga dari sekitar 4.300 KK terdampak langsung.
Kepala BPBD Karawang, Usep Supriatna, menyebutkan beberapa wilayah, khususnya di Karawang Barat, terendam air setinggi satu hingga dua meter. Genangan air merendam permukiman hingga atap rumah, serta mengganggu fasilitas umum seperti jalan raya, sekolah, tempat ibadah, dan area persawahan.
Wakil Bupati Karawang, Maslani, menegaskan pentingnya penyaluran bantuan logistik secara tepat sasaran. “Banjir di Karawang sudah berlangsung beberapa hari dan wilayah terdampak terus meluas. Distribusi bantuan harus benar-benar diawasi,” ujarnya.
Bekasi: Ribuan Warga Mengungsi
Sementara itu di Kabupaten Bekasi, BPBD Kabupaten Bekasi mencatat banjir melanda 16 kecamatan dan 33 desa. Sebanyak 4.622 KK terdampak, dengan 5.344 jiwa dari 1.336 KK terpaksa mengungsi ke 20 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kecamatan.
Untuk membantu warga, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan berupa 1.000 paket makanan siap saji, 200 selimut, 200 kasur, serta 200 paket family kit. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penanganan berjalan cepat dan tepat,” katanya.
Upaya Penanganan Terus Berjalan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengerahkan personel BPBD ke lokasi terdampak, membuka dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik. Total 85 paket sembako disalurkan ke masing-masing daerah, disertai pengiriman 50 bronjong untuk pengamanan aliran sungai dan perbaikan tanggul.
Meski di beberapa titik ketinggian air mulai surut pada Senin pagi, proses pemulihan diperkirakan masih memerlukan waktu. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menyebutkan banjir tahun ini relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya berkat upaya mitigasi dan normalisasi sungai yang telah dilakukan.
