Panggung Komisi XI DPR RI menjadi saksi bisu dimulainya perebutan kursi panas Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (11/3/2026). Tampil sebagai kontestan pertama dari 10 kandidat, Friderica Widyasari Dewi—atau yang akrab disapa Kiki—membawakan misi besar bertajuk arsitektur strategis untuk memulihkan kepercayaan publik yang sempat goyah.
Delapan Jurus Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) tersebut, Friderica memaparkan delapan kebijakan prioritas yang dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Fokus utamanya bukan sekadar menjaga stabilitas, melainkan transformasi total sektor jasa keuangan agar lebih kontributif dan inklusif.
Kedelapan pilar tersebut meliputi:
-
Menjaga stabilitas dan memulihkan kepercayaan publik.
-
Mendorong kontribusi sektor keuangan bagi ekonomi nasional.
-
Memperkuat pengawasan terintegrasi dan pendalaman pasar.
-
Perlindungan konsumen yang lebih nyata.
-
Penguatan internal OJK serta sinergi lintas lembaga.
“Kita ingin memastikan sektor jasa keuangan tidak hanya stabil, tetapi juga terpercaya dan inklusif dalam mendukung pembangunan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Friderica di hadapan para anggota dewan.
Menjawab Panggilan di Tengah Badai
Friderica mengaku pencalonannya kali ini didorong oleh rasa tanggung jawab besar. Sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK sejak pengunduran diri massal pimpinan sebelumnya pada Januari lalu, ia merasa harus turun tangan langsung meredam gejolak pasar.
“Saya merasa terpanggil untuk menakhodai OJK di saat-saat yang tidak mudah seperti sekarang,” ujarnya dengan nada optimis usai menjalani ujian.
Keputusan di Ujung Hari
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa proses seleksi ini tidak akan berlarut-larut. Hasil dari 10 nama yang diuji akan langsung disaring menjadi lima pejabat terpilih pada hari yang sama. Sosok yang dicari adalah regulator yang mampu menyeimbangkan ambisi pasar dengan prinsip kehati-hatian yang ketat.
Publik kini menanti, apakah “8 Jurus Sakti” milik Friderica cukup ampuh untuk meyakinkan DPR bahwa dialah sosok yang tepat untuk memimpin wasit keuangan Indonesia selama lima tahun ke depan.