JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM dan LPG tetap dalam kondisi aman selama periode arus balik Lebaran 2026 di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Jaminan tersebut diperkuat melalui pemantauan intensif yang dilakukan di sejumlah titik vital, termasuk kawasan penyeberangan utama di Pelabuhan Bakauheni yang menjadi jalur padat pemudik dari Sumatera menuju Jawa.
Pemerintah memastikan pasokan energi tetap terjaga guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang kembali dari kampung halaman setelah perayaan Lebaran.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Erika Retnowati, menyampaikan hasil peninjauan lapangan menunjukkan distribusi BBM berjalan tanpa hambatan berarti di sektor transportasi penyeberangan.
“Sejauh ini pengisian BBM berjalan lancar tanpa kendala. Meski ke depannya kapasitas bunker di Pelabuhan Merak perlu terus ditingkatkan,” ujarnya, saat peninjauan langsung di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (28/3/2026).
Pemantauan juga melibatkan koordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk memastikan kebutuhan bahan bakar kapal terpenuhi selama lonjakan arus balik.
Selain pelabuhan, pengawasan dilakukan di jaringan SPBU jalur utama seperti rest area KM 87 Tol Trans Sumatera yang menjadi titik penting distribusi energi bagi pemudik.
Hasil evaluasi menunjukkan seluruh jenis BBM tersedia dalam jumlah mencukupi meskipun terjadi peningkatan konsumsi selama musim mudik dan arus balik.
Data mencatat lonjakan konsumsi Pertamax mencapai sekitar 50 persen dan Pertalite meningkat 30 persen, sementara penggunaan solar justru menurun akibat pembatasan operasional kendaraan logistik selama Lebaran.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak ada kekosongan stok di SPBU. Antrean juga terpantau normal dan lancar,” kata Erika.
Dari sisi LPG, pemerintah memastikan distribusi di seluruh stasiun pengisian tetap stabil dan tidak mengalami gangguan signifikan di wilayah Lampung.
Kondisi ini dipengaruhi oleh pergerakan masyarakat yang lebih banyak keluar daerah sehingga konsumsi LPG tidak melonjak drastis selama periode Lebaran.
Secara nasional, ketahanan energi juga berada dalam posisi kuat dengan cadangan bensin diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan hingga 21 hari ke depan.
Sementara itu, stok Pertamina Dex tercatat berada di atas 40 hari dan avtur berada di kisaran 30 hari, menandakan kesiapan sektor energi dalam mendukung aktivitas transportasi darat maupun udara.
Dalam rangka memberikan kenyamanan tambahan bagi pemudik, Pertamina Patra Niaga turut menghadirkan fasilitas layanan publik di area pelabuhan.
Layanan bertajuk “Serambi Pertamina” tersebut menyediakan berbagai fasilitas gratis mulai dari pemeriksaan kesehatan, kursi pijat, area bermain anak, hingga layanan potong rambut bagi pemudik yang membutuhkan istirahat selama perjalanan.***