PT Dana Syariah Indonesia (DSI), platform fintech peer-to-peer (P2P) lending berbasis syariah yang berdiri sejak 2018, tengah menjadi sorotan karena kasus gagal bayar kepada ribuan lender atau investor. Kasus ini mencuat sejak 2025 dan melibatkan dana tertahan mencapai Rp 1,2 hingga Rp 1,47 triliun, memengaruhi sekitar 4.000 hingga 14.000 lender.
Lender tertarik berinvestasi di Dana Syariah Indonesia (DSI) karena beberapa alasan utama yang membuat platform ini tampak menjanjikan sebelum kasus gagal bayar meledak pada 2025. DSI adalah fintech peer-to-peer (P2P) lending berbasis syariah yang terdaftar dan diawasi OJK sejak 2018 (berizin penuh 2021).
Ribuan lender tartarik berinvestasi di Dana Syariah Indonesia karena beberapa faktor berikat :
1. Imbal Hasil (Return) Tinggi dan Menjanjikan
Banyak lender memilih DSI karena imbal hasil yang ditawarkan mencapai 18% per tahun atau lebih tinggi dibanding instrumen syariah lain seperti deposito syariah (3-5%) atau sukuk/obligasi pemerintah (6-7%). Ini jauh lebih menggiurkan untuk dana idle atau pensiun yang ingin produktif. Beberapa lender cerita sempat dapat ratusan juta imbal hasil rutin sebelum masalah mulai muncul.
2. Prinsip Syariah yang Sesuai Ajaran Islam
DSI menjalankan skema tanpa riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), dan maysir (spekulasi). Pembiayaan menggunakan akad syariah seperti murabahah atau mudharabah, dengan fokus proyek halal seperti properti dan usaha produktif.
Bagi lender muslim, ini memberikan rasa aman secara spiritual dan “berkah” karena dana dikelola sesuai fatwa DSN-MUI. Banyak yang bilang, “Ini investasi halal yang bisa dapat untung lumayan.”
3. Jaminan dan Keamanan yang Terlihat Kuat
DSI mengklaim pembiayaan ke borrower (developer properti) dengan jaminan 150% dari nilai pinjaman, seperti agunan aset properti yang sudah ada pembelinya. Ini membuat lender merasa dana lebih aman dibanding P2P lending biasa. Selain itu, status berizin OJK dan sertifikasi ISO menambah kepercayaan. Banyak lender awalnya yakin karena “sudah diawasi regulator dan punya pengawas syariah.”
4. Review Positif dan Penghargaan Sebelum Masalah
Sebelum Mei 2025, ulasan lender di grup atau testimoni sering positif: pencairan cepat (1 hari kerja), imbal hasil rutin, dan platform mudah digunakan. Beberapa lender mulai investasi sejak 2020 karena melihat ulasan bagus dan penghargaan yang didapat DSI. Brand ambassador seperti Dude Harlino juga membantu menarik perhatian, meski ia hanya peran promosi.
5. Cocok untuk Diversifikasi Dana Produktif
Bagi pensiunan, ibu rumah tangga, atau investor menengah, DSI jadi pilihan untuk “memproduktifkan dana” tanpa ribet analisis pasar. Lender cerita dana pensiun atau tabungan dipakai untuk rencana masa depan seperti biaya sekolah anak atau nikah anak, dengan harapan return stabil.