Andrea Thompson dari Britania Raya akhirnya dinobatkan sebagai Wanita Terkuat Dunia 2025 pada Selasa (25/11), menyusul diskualifikasi atlet Amerika Serikat Jammie Booker yang gagal mengungkapkan status biologisnya sebagai laki-laki, menurut pernyataan resmi penyelenggara.
Awalnya Thompson menempati posisi kedua dengan selisih satu poin pada ajang Official Strongwoman Games World Championships yang digelar 20–23 November di Arlington, Texas. Namun, keputusan diskualifikasi tersebut membuat Thompson naik ke posisi pertama.
Penyelenggara mengumumkan diskualifikasi Booker pada 25 November dan menyatakan bahwa pihaknya “tidak mengetahui” bahwa Booker secara biologis adalah laki-laki yang kini mengidentifikasi diri sebagai perempuan.
Mereka mengklaim telah berupaya menghubungi Booker namun tidak menerima respons. Sementara itu, Jaksa Agung Texas Ken Paxton telah membuka investigasi untuk memeriksa kepatuhan acara terhadap hukum negara bagian dan prosedur verifikasi kelayakan atlet.
Kontroversi Podium dan Revisi Peringkat
Dalam upacara medali pada Minggu, rekaman video menunjukkan Thompson, 43 tahun, meninggalkan podium dan terdengar mengatakan, “Ini omong kosong,” saat Booker merayakan kemenangan.
Setelah revisi hasil, Thompson ditetapkan sebagai juara dengan 46 poin, sementara atlet Australia Allira-Joy Cowley dipromosikan ke posisi kedua dengan 39 poin.
“Momen yang seharusnya bersejarah justru dibayangi skandal dan ketidakjujuran,” tulis Thompson di media sosial. Gelar ini menjadi gelar dunia kedua baginya setelah kemenangan pertamanya pada 2018.
Booker sebelumnya mengikuti tiga kompetisi strongwoman pada 2025, termasuk menjuarai Rainier Classic pada Juni dan meraih posisi kedua di North America’s Strongest Woman pada Juli.
Menyusul diskualifikasi ini, Strongman Circuit mencabut gelar posisi kedua Booker dari kompetisi Juli tersebut.
Investigasi dan Ketegasan Regulasi
Official Strongman Games menegaskan bahwa kebijakan resmi mereka mengharuskan atlet berkompetisi sesuai jenis kelamin biologis yang tercatat saat lahir. Mereka menyatakan bahwa Booker tidak akan diizinkan bertanding di kategori wanita apabila informasi tersebut diketahui sebelumnya.
Juara dunia tiga kali Rebecca Roberts menyebut para atlet “terkejut” dan menilai insiden itu merusak kepercayaan terhadap integritas olahraga. Dukungan publik kepada Thompson datang dari sejumlah atlet terkemuka, termasuk Mitchell Hooper (World’s Strongest Man 2023) dan mantan juara Donna Moore.
Thompson mengaku pengalaman tersebut sangat melelahkan secara emosional dan menyebut tidak ada “perayaan yang sesungguhnya” setelah menerima kabar kemenangan melalui telepon.
Ia juga menyoroti dampak pada peserta lain, termasuk atlet yang semestinya mendapat kesempatan tampil pada hari terakhir sebagai bagian dari 10 besar dunia namun kehilangan peluang akibat hasil awal yang tidak akurat.