Tiga minggu pasca-rilisnya 3 juta halaman dokumen rahasia Jeffrey Epstein, dunia menyaksikan fenomena “pembersihan” besar-besaran. Di bawah mandat Epstein Files Transparency Act 2025, berkas-berkas yang selama ini terkunci rapat kini menjadi pedang yang menebas karier para eksekutif korporat, diplomat, hingga tokoh politik lintas benua.
Pusat finansial dunia, New York, menjadi wilayah yang paling bergejolak. Sederet nama besar tumbang satu per satu:
-
Goldman Sachs: Chief Legal Officer Kathy Ruemmler mundur setelah email pribadinya mengungkap ia pernah menyebut Epstein sebagai “kakak laki-laki” dan mengabaikan catatan kriminalnya.
-
Hyatt Hotels: Chairman miliarder Thomas Pritzker resmi mengundurkan diri (17/2) karena hubungan “tidak sehat” dengan Epstein dan Ghislaine Maxwell.
-
Paul Weiss: Firma hukum elit ini kehilangan chairman-nya, Brad Karp, setelah terungkap ia berterima kasih pada Epstein untuk sebuah “malam tak terlupakan” di tahun 2015.
-
Mogul Hiburan: Casey Wasserman, ketua Olimpiade LA 2028, terpaksa menjual agensinya setelah klien-klien bintang seperti Chappell Roan memutuskan hubungan akibat namanya terseret dalam berkas tersebut.
Bahkan, pendiri Microsoft Bill Gates harus membatalkan kehadirannya di KTT AI India pekan ini karena sorotan publik kembali mengarah tajam pada hubungan masa lalunya dengan sang predator seksual.
Eropa dalam Cengkeraman Skandal
Dampak di Benua Biru bahkan lebih brutal. Di Norwegia, mantan Perdana Menteri Thorbjørn Jagland kini menghadapi ancaman 10 tahun penjara atas tuduhan “korupsi berat”. Ia diduga menerima hadiah dan pinjaman gelap dari Epstein selama menjabat sebagai pejabat publik.
Sementara itu, mantan Duta Besar Norwegia, Mona Juul, dipaksa mundur setelah terungkap bahwa Epstein mewariskan uang senilai $10 juta untuk anak-anaknya. Di Prancis, mantan menteri kebudayaan Jack Lang harus merelakan jabatannya di Institut Dunia Arab setelah namanya muncul sebanyak 673 kali dalam berkas tersebut, disusul dengan penggerebekan kantornya oleh jaksa atas dugaan pencucian uang.
Ini Baru Permulaan
Skandal ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan pemilik New York Giants Steve Tisch kini berada di bawah pengawasan ketat setelah komunikasi mereka dengan Epstein terungkap ke publik.
“Ini hanyalah puncak gunung es. Kita akan melihat lebih banyak lagi orang hebat yang tumbang,” ujar Bill George dari Harvard Business School kepada CNN. Dengan dibukanya kembali penyelidikan kriminal terhadap properti-properti Epstein, dunia kini bersiap menanti nama besar berikutnya yang akan terseret ke dalam lubang hitam skandal terbesar abad ini