Seorang wanita bernama Renee Nicole Good (37), ibu dari tiga anak, tewas ditembak oleh seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) saat duduk di dalam SUV-nya pada pagi 7 Januari 2026, memicu protes dan kontroversi besar di Minnesota dan seluruh Amerika Serikat.
Kejadian terjadi sekitar 09.37 pagi setelah Good mengantar anaknya yang berumur 6 tahun ke sekolah. Ia dan pasangannya, Becca, mengambil rute alternatif melalui lingkungan tempat tinggal mereka untuk menghindari operasi besar-besaran yang dilakukan agen federal di kota itu. Saat itu, SUV mereka berhenti di tengah jalan dan didekati oleh agen ICE.
Menurut laporan saksi dan dokumen kejadian, saat Good terlihat mencoba pergi, agen bernama Jonathan Ross langsung menembak ke arah SUV sebanyak tiga kali — lokasi tembakan mengenai kaca depan dan sisi kendaraan — hingga Good tewas di tempat. Beberapa saksi mengatakan dia tidak tampak mengancam siapapun sebelum ditembak.
Upaya penyelamatan oleh petugas darurat dimulai tak lama setelah panggilan darurat 911 pertama, namun Good terjebak di dalam mobil selama sekitar 20 menit sebelum berhasil dikeluarkan. Tim medis melakukan kompresi dada dan upaya resusitasi di tempat dan selama perjalanan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Pasangan Good, Becca, yang dipenuhi darah dan masih dalam kondisi terkejut, kemudian dibawa ke rumah sakit. Di lokasi kejadian, warga terkejut dan marah menyaksikan insiden itu, dan beberapa menyebut bahwa Good ditembak karena menolak membuka pintu mobil.
Laporan federal kemudian menyatakan agen bertindak membela diri setelah ia diklaim terkena mobil, meskipun versi ini diperdebatkan oleh saksi dan keluarganya.
Insiden ini memicu gelombang protes di Minneapolis serta di kota-kota lain, dengan banyak warga menentang tindakan keras aparat federal terhadap warga sipil yang tidak bersenjata. Keluarga Good, yang menggambarkan dirinya sebagai orang yang penuh kasih dan membantu tetangga, menolak tuduhan bahwa ia merupakan ancaman.
