BANGKOK, THAILAND – Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul memerintahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan perusahaan negara untuk segera menerapkan langkah penghematan energi secara ketat guna menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah gejolak konflik Timur Tengah yang mengganggu stabilitas harga minyak dan gas global.
Juru bicara Kantor Perdana Menteri, Lalida Periswiwatana, mengonfirmasi bahwa instruksi tersebut berlaku efektif mulai pekan ini.
“Perdana Menteri telah meminta pegawai negeri sipil untuk bekerja dari rumah mulai hari ini,” ujar Lalida dalam keterangannya.
Kebijakan ini mencakup penundaan perjalanan dinas ke luar negeri, pengurangan penggunaan lift dengan mendorong penggunaan tangga, serta pembatasan operasional pendingin ruangan (AC) di gedung pemerintahan yang disetel pada suhu 26–27 derajat Celsius. Untuk mendukung penyesuaian tersebut, ASN kini diizinkan mengenakan kemeja lengan pendek tanpa jas formal atau dasi, kecuali pada acara resmi tertentu.
Menteri Energi Thailand, Auttapol Rerkpiboon, menegaskan bahwa cadangan energi nasional saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan sekitar 95 hari. Pemerintah juga aktif menjalin kesepakatan pasokan gas alam cair (LNG) tambahan dari Amerika Serikat, Australia, dan Afrika Selatan sebagai bagian dari strategi diversifikasi impor.
Langkah ini dinilai penting mengingat sekitar 68 persen kebutuhan energi Thailand bergantung pada gas alam, sementara produksi domestik di Teluk Thailand mulai terdampak ketidakpastian global.
Sebagai langkah preventif lebih lanjut, Thailand telah menangguhkan ekspor bahan bakar ke negara tetangga sejak awal Maret 2026, kecuali untuk Laos dan Myanmar, demi memprioritaskan stok dalam negeri.
Pemerintah tidak menutup kemungkinan penerapan kebijakan yang lebih tegas apabila situasi memburuk. Beberapa opsi yang tengah dipertimbangkan antara lain pemadaman papan iklan di kawasan bisnis dan bioskop, pembatasan jam operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga pukul 22.00 kecuali di jalur utama, serta transisi penggunaan biodiesel dari B5 ke B7 guna mengurangi ketergantungan pada diesel murni.
Selain ASN, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan hemat energi, seperti carpooling atau berbagi kendaraan. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.