Kisah cinta antara Mohamed Salah dan Liverpool akhirnya mencapai babak akhir. Setelah sembilan tahun menghuni sisi kanan penyerangan di Anfield, sang “Raja Mesir” resmi akan menanggalkan seragam merahnya di penghujung musim 2025/2026. Salah menyampaikan pengumuman perpisahan melalui akun Instagram pribadinya @mosalah.
“Halo semuanya, sayangnya hari itu sudah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim. Saya ingin mulai mengatakan itu. Saya tidak pernah membayangkan betapa klub ini, kota ini, dan orang-orang ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bagian hidup saya,” kata Salah.
“Liverpool bukan sekadar klub sepak bola, melainkan gairah, sejarah, semangat, yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya melanjutkan.
Datang sebagai pemain buangan Premier League dari AS Roma pada 2017, Salah bertransformasi menjadi legenda hidup yang catatan rekornya mungkin tak akan tersentuh dalam beberapa dekade ke depan.
Mo Salah bukan sekadar pemain sayap; ia adalah mesin gol paling konsisten yang pernah dimiliki Liverpool di era modern. Hingga 25 Maret 2026, koleksi golnya telah menempatkannya di posisi ketiga daftar top scorer sepanjang masa klub.
Lemari Trofi yang Penuh: Era Keemasan Bersama Mo
Salah bukan hanya soal angka individu. Ia adalah katalisator utama yang mengembalikan Liverpool ke takhta tertinggi dunia. Bersamanya, The Reds berhasil mengoleksi hampir semua trofi bergengsi:
-
2 Gelar Premier League (Termasuk yang pertama dalam 30 tahun)
-
1 Liga Champions (Madrid, 2019)
-
1 FIFA Club World Cup & 1 UEFA Super Cup
-
1 FA Cup & 2 EFL Cup
-
1 Community Shield
Meski pengumuman perpisahan sudah tersebar, profesionalisme Salah tak luntur sedikit pun. Di sisa pertandingan musim ini, ia masih memiliki ambisi besar untuk memberikan satu kado terakhir bagi Kopites sebelum benar-benar melangkah keluar dari gerbang Anfield.
Warisan Salah bukan hanya gol-gol indah ke gawang Manchester City atau aksi solo run yang menghancurkan pertahanan lawan, melainkan mentalitas pemenang yang ia tanamkan dalam skuad.