JAKARTA — Penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026 resmi dimulai dengan realisasi awal mencapai triliunan rupiah.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melaporkan bahwa hingga Jumat sore, dana THR untuk ASN pemerintah pusat telah tersalurkan sebesar Rp3 triliun kepada ratusan ribu pegawai.
Langkah ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk memastikan hak pegawai negeri terpenuhi menjelang perayaan Idulfitri sekaligus menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penyaluran tersebut baru tahap awal karena proses pencairan akan berlangsung bertahap sesuai mekanisme administrasi masing-masing instansi.
“Penyaluran THR mulai hari ini, hingga pukul 16.30 untuk aparatur negara pemerintah pusat 3 triliun rupiah. Jumlah itu untuk 631 ribu pegawai dari total 2,2 juta ASN,” kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jumat, 6 Maret 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa sebagian dari total ASN pemerintah pusat sudah mulai menerima THR, sementara sisanya akan dicairkan dalam beberapa hari ke depan.
Selain ASN aktif, pemerintah juga telah menyalurkan THR bagi para pensiunan dengan nilai yang jauh lebih besar.
Data Kementerian Keuangan mencatat penyaluran THR untuk pensiunan telah mencapai Rp11,4 triliun yang diberikan kepada 3.568.570 penerima atau setara dengan realisasi 93,55 persen dari total sasaran.
Sementara itu, untuk ASN daerah, realisasi penyaluran masih dalam tahap awal karena bergantung pada kesiapan administrasi pemerintah daerah masing-masing.
Hingga saat ini, dana THR bagi ASN daerah yang telah dicairkan tercatat sebesar Rp127,6 miliar kepada 16.848 pegawai di tiga pemerintah daerah dari total 546 pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
“Jadi jangan takut, semua sudah siap, tinggal seberapa cepat pencairannya,” ucap Purbaya.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan waktu pencairan THR antarinstansi merupakan hal yang wajar karena proses administrasi setiap lembaga tidak selalu sama.
Untuk tahun ini, pemerintah mengalokasikan total anggaran THR sebesar Rp55 triliun yang ditujukan bagi ASN pusat, ASN daerah, anggota TNI-Polri, serta para pensiunan.
Nilai tersebut mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan realisasi anggaran THR pada 2025 yang tercatat sebesar Rp49 triliun.
Pemerintah berharap distribusi THR tahun ini mampu meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain itu, tambahan pendapatan tersebut juga diharapkan dapat memacu konsumsi rumah tangga sehingga membantu menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026.***