ABU DHABI – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (2/2/2026), untuk menghadiri rangkaian kegiatan bergengsi Zayed Award for Human Fraternity 2026 yang menyoroti peran Indonesia dalam isu kemanusiaan global.
Kedatangan Megawati di ibu kota UEA menandai kelanjutan kiprahnya dalam diplomasi lintas bangsa, terutama setelah perannya sebagai juri Zayed Award yang dikenal sebagai salah satu penghargaan kemanusiaan paling prestisius di dunia.
Dalam kunjungan kerja ini, Megawati didampingi putranya M. Prananda Prabowo, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, serta Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Strategis PDIP Andi Widjajanto.
Rombongan Indonesia disambut langsung oleh Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA Saeed Bin Mubarak Al Hajeri sebagai bentuk penghormatan diplomatik tingkat tinggi.
Agenda Megawati di Abu Dhabi berlangsung hingga 7 Februari 2026 dengan sejumlah kegiatan strategis yang menyentuh isu kepemimpinan, perdamaian, dan dialog antarumat manusia.
Pada 3 Februari 2026, Megawati dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam International Human Fraternity Majlis dengan fokus utama pada tema kepemimpinan perempuan di tingkat global.
Dalam forum internasional tersebut, Megawati akan satu panggung dengan para pemimpin perempuan dunia, termasuk Ibu Negara Lebanon Nehmat Aoun, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, serta Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia.
Sehari berikutnya, bertepatan dengan International Day of Human Fraternity yang ditetapkan PBB, Megawati akan menghadiri seremoni penganugerahan Zayed Award 2026 di Founder’s Memorial, Abu Dhabi.
Usai acara puncak, Megawati dijadwalkan mengikuti Gala Dinner, Zayed Award Roundtable Meeting, serta melakukan pertemuan lanjutan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, melanjutkan dialog strategis yang telah terbangun sejak 2025.
Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha menyambut positif kunjungan tersebut dan menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap partisipasi aktif dalam forum Zayed Award.
“Kami tentu sangat mendukung keterlibatan Indonesia yang lebih luas dalam berbagai kegiatan Zayed Award for Human Fraternity,” ujar Judha Nugraha yang diterjemahkan sebagai bentuk komitmen diplomasi kemanusiaan Indonesia.
Peran Megawati dalam Zayed Award berakar dari kiprahnya sebagai juri pada 2024, ketika Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah berhasil meraih penghargaan tersebut.
Ahmad Basarah mengungkapkan bahwa Megawati secara langsung mempresentasikan kontribusi konkret dua organisasi Islam terbesar Indonesia di hadapan panel juri internasional yang bersidang di Vatikan.
“Ibu Megawati dengan sangat meyakinkan menyampaikan bukti nyata bagaimana kedua organisasi ini menjadi pilar perdamaian, toleransi, dan persaudaraan kemanusiaan di Indonesia bahkan dunia,” kata Basarah yang diterjemahkan ke dalam konteks diplomasi global.
Pada Zayed Award 2026, penghargaan diberikan kepada kesepakatan damai bersejarah Azerbaijan–Armenia, pegiat pendidikan anak perempuan Afghanistan Zarqa Yaftali, serta organisasi kemanusiaan Palestina Taawon.
Setiap penerima Zayed Award 2026 akan memperoleh hadiah sebesar 1 juta dolar AS dari Higher Committee of Human Fraternity sebagai pengakuan atas kontribusi nyata bagi kemanusiaan dunia.***
