JAKARTA – Tiga orang bersaudara berkewarganegaraan Norwegia keturunan Irak ditangkap aparat kepolisian Norwegia terkait kasus ledakan di Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Oslo. Ketiganya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Penangkapan dilakukan di Oslo pada Rabu (11/3) pukul 15.30 waktu setempat. Ketiga tersangka berusia 20-an tahun dan identitas mereka belum diungkap kepada publik.
Jaksa penuntut polisi Christian Hatlo menyebut pihaknya masih mengembangkan sejumlah kemungkinan, termasuk soal ada tidaknya keterlibatan pihak lain di balik aksi tersebut.
“Kami masih bekerja berdasarkan beberapa hipotesis. Salah satunya adalah apakah ini perintah dari entitas pemerintah,” kata Hatlo, dilansir AFP, Kamis (12/3/2026).
Menurut Hatlo, dugaan keterlibatan pihak asing dinilai masuk akal mengingat target yang disasar merupakan perwakilan diplomatik negara adidaya di tengah situasi keamanan global yang tengah memanas.
“Ini cukup wajar mengingat targetnya — kedutaan besar AS — dan situasi keamanan dunia saat ini,” ujarnya.
Hatlo juga mengungkapkan peran masing-masing tersangka dalam peristiwa tersebut.
“Kami percaya bahwa salah satu dari mereka adalah orang yang menempatkan bom di luar kedutaan dan bahwa dua lainnya terlibat dalam tindakan tersebut,” katanya.
Ledakan terjadi pada Minggu (8/3) di area pintu masuk bagian konsuler Kedubes AS di Oslo. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang lebih luas, di mana sejumlah kedubes AS di kawasan Timur Tengah telah ditetapkan dalam status siaga tinggi menyusul serangan Amerika terhadap Iran. Beberapa fasilitas diplomatik AS dilaporkan menjadi sasaran serangan seiring respons Teheran yang menargetkan instalasi industri dan diplomatik.