JAKARTA – Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tiga Geopark Indonesia berhasil meraih dan mempertahankan status Green Card dari UNESCO Global Geopark (UGGp), sebuah pengakuan dunia atas keunggulan pengelolaan geologi, budaya, dan keberlanjutan lingkungan. Ketiga destinasi tersebut adalah Toba Caldera, Rinjani Lombok, dan Ciletuh-Pelabuhanratu.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras yang dilakukan dalam menjaga keberlanjutan geopark Indonesia. Status ‘green card’ ini tidak hanya simbol pengakuan dunia terhadap kekayaan dan keindahan geologi kita, tetapi juga amanah besar untuk terus melestarikan kekayaan alam dan warisan budaya bangsa, serta membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Sidang UNESCO di Chile Jadi Saksi Prestasi Indonesia
Pengumuman Green Card ini dihasilkan dari Sidang UNESCO Global Geopark Council yang berlangsung pada 6 September 2025 di Chile, pukul 13.00 waktu setempat (01.00 WIB, 7 September 2025). Sertifikat resmi dari UNESCO akan diserahkan pada Maret 2026, menandai pengakuan formal terhadap komitmen Indonesia dalam menjaga warisan geologi dan budaya.
Geopark, Jati Diri Bangsa dan Peluang Ekonomi
Evita menegaskan bahwa Geopark Global UNESCO bukan sekadar destinasi wisata, melainkan simbol identitas bangsa. “Keberhasilan ini harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita menjaga bumi pertiwi dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi geowisata berkelas dunia. Sebab melestarikan geopark berarti melestarikan jati diri, budaya, kekayaan alam, dan masa depan bangsa,” katanya.
Geopark seperti Toba Caldera, Rinjani Lombok, dan Ciletuh-Pelabuhanratu tak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Mulai dari pengembangan usaha lokal, penciptaan lapangan kerja, hingga promosi pariwisata berkelanjutan, geopark menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat setempat. Selain itu, geopark juga menjadi pusat edukasi dan riset, memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Komisi VII DPR RI, Komitmen Kawal Geopark
Komisi VII DPR RI, yang mengawasi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan geopark. Evita menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus pada:
- Penguatan Tata Kelola: Memastikan manajemen geopark berjalan efektif dan transparan.
- Sinkronisasi Kebijakan: Menyelaraskan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah.
- Peran Masyarakat Lokal: Mengaktifkan masyarakat dalam pengelolaan dan pengawasan geopark.
- Ekonomi Kreatif: Mengembangkan produk dan jasa berbasis kearifan lokal.
- Infrastruktur dan Promosi: Meningkatkan fasilitas pendukung serta memperluas jejaring promosi global.
Komisi VII juga mendorong konservasi lingkungan, riset ilmiah, dan pengembangan destinasi berbasis prinsip pariwisata berkelanjutan untuk menjaga kelestarian geopark.
Evaluasi UNESCO: Indonesia Unggul di Kancah Global
Berdasarkan laporan UNESCO Global Geopark Council, dari 44 geopark yang direvalidasi, 38 di antaranya meraih Green Card, termasuk tiga geopark Indonesia. Sementara itu, sembilan geopark baru disetujui dan tiga lainnya ditangguhkan. Evaluasi UNESCO dilakukan setiap empat tahun dengan skema berikut:
- Green Card: Geopark memenuhi standar dan statusnya diperpanjang selama empat tahun.
- Yellow Card: Geopark perlu perbaikan dengan tenggat waktu dua tahun.
- Red Card: Status geopark dicabut jika tidak ada perbaikan setelah Yellow Card.
Keberhasilan Toba Caldera, Rinjani Lombok, dan Ciletuh-Pelabuhanratu menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menjaga standar global UNESCO.
Geopark Indonesia, Destinasi Dunia, Masa Depan Bangsa
Prestasi ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing di panggung dunia melalui pengelolaan geopark yang berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, geopark Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga destinasi geowisata unggulan yang mendukung pelestarian alam dan budaya serta pertumbuhan ekonomi lokal.