JAKARTA — Dalam upaya membangun kembali Gaza yang porak poranda akibat konflik berkepanjangan, Inggris, Mesir, dan Palestina sepakat menggandeng investor swasta internasional untuk mempercepat proses rekonstruksi dan memastikan rakyat Palestina memimpin pemulihan di tanah mereka sendiri.
Kolaborasi lintas negara ini menjadi langkah strategis untuk menutup biaya masif pembangunan kembali Gaza, sekaligus menciptakan sistem pendanaan yang berkelanjutan dan berpihak kepada kepentingan warga setempat.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat (17/10/2025), ketiga negara menegaskan skala kehancuran Gaza menuntut tindakan cepat dan solusi yang realistis.
“Skala kehancuran menunjukkan perlunya solusi praktis yang mendesak. Karena itu, kami, pemerintah Inggris, Mesir, dan Palestina, telah mempertemukan para investor internasional dan pemerintah mitra,” demikian bunyi pernyataan tersebut dilansir Anadolu, Jumat.
Pertemuan penting selama tiga hari di Wilton Park mempertemukan pejabat tinggi, pelaku bisnis internasional, dan perwakilan sektor swasta Palestina, bersama mitra dari berbagai negara Arab untuk membahas arah baru pembangunan Gaza.
Agenda utama forum itu adalah memobilisasi dana swasta global guna menciptakan sistem pembiayaan jangka panjang bagi pemulihan ekonomi Gaza, dengan rakyat Palestina sebagai pusat dari seluruh proses rekonstruksi.
Para peserta memperkirakan kebutuhan dana mencapai puluhan miliar dolar AS, menjadikan partisipasi aktif sektor swasta sebagai elemen vital agar pembangunan Gaza berjalan cepat dan berkelanjutan.
Selain dukungan modal, sektor swasta juga diharapkan berperan dalam memberikan keahlian teknis, perencanaan, dan manajemen proyek agar setiap tahap rekonstruksi berjalan efisien dan terukur.
Diskusi tersebut juga menyelaraskan berbagai rencana yang sudah lebih dulu disusun, termasuk Rencana Pemulihan Awal, Rekonstruksi, dan Pembangunan Arab-Islam untuk Gaza serta dokumen hasil Konferensi Solusi Dua Negara yang menegaskan arah politik menuju perdamaian permanen di kawasan.
Ketiga negara sepakat untuk menindaklanjuti hasil pembahasan Wilton Park dengan memperluas kerja sama internasional yang lebih konkret dalam mendukung pemulihan Gaza.
Langkah selanjutnya akan difokuskan pada Konferensi Internasional Kairo yang dijadwalkan berlangsung November mendatang, dengan topik utama pemulihan ekonomi, rekonstruksi infrastruktur, dan pembangunan berkelanjutan di Gaza.
Inggris, Mesir, dan Palestina menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini bukan sekadar tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang memulihkan stabilitas, menumbuhkan harapan, dan memperkuat kemandirian rakyat Palestina di tengah situasi yang masih rapuh.***