Indonesia berduka. Tiga prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) gugur dalam tugas mulia di Lebanon Selatan. Sebagai bentuk apresiasi atas pengorbanan tak terhingga mereka, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto memastikan negara memberikan penghormatan tertinggi dan menjamin seluruh hak keluarga ahli waris terpenuhi.
Ketiga prajurit yang telah mendarmabaktikan hidupnya di medan tugas adalah:
-
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
-
Sertu Muhammad Nur Ikhwan
-
Praka Farizal Rhomadhon
Panglima TNI menegaskan bahwa ketiga almarhum akan dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta atas dedikasi mereka dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSPA). Selain itu, mereka akan menerima penghargaan prestisius dari PBB, yaitu Medali “Dag Hammarskjold”.
Jaminan Kesejahteraan bagi Keluarga yang Ditinggalkan
Negara memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan dukungan finansial yang layak. Santunan tunai yang diberikan meliputi asuransi, santunan risiko kematian khusus, dana watzah, hingga santunan dari PBB dan perbankan dengan rincian:
-
Keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar: Rp 1.894.688.236
-
Keluarga Sertu Muhammad Nur Ikhwan: Rp 1.846.309.049
-
Keluarga Praka Farizal Rhomadhon: Rp 1.854.075.205
Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan beasiswa pendidikan untuk dua anak, gaji terusan selama 12 bulan penuh, serta uang pensiun janda.
Insiden memilukan ini terjadi dalam dua waktu berbeda. Praka Farizal gugur pada Minggu (29/3) akibat ledakan proyektil di dekat Desa Adchit al-Qusayr. Sementara itu, Kapten Zulmi dan Sertu Nur Ikhwan mengembuskan napas terakhir pada Senin (30/3) setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di kawasan Bani Hayyan.
Dukacita Mendalam dari Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa yang paling dalam melalui akun resminya. Ia menegaskan bahwa keberanian ketiga prajurit ini adalah bukti dedikasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
“Innalillahi waina ilaihi rajiun. Pengabdian para prajurit merupakan bentuk dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional,” tulis Presiden Prabowo.