JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan TNI turun tangan menangani jembatan provinsi yang ambruk selama tiga tahun dan membuat akses sejumlah kecamatan terganggu. Keputusan itu diambil setelah jembatan tersebut tak kunjung diperbaiki, sementara warga kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan hingga harus menghadapi risiko kehilangan nyawa di perjalanan.
Maruli mengatakan, kerusakan jembatan itu berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Jalur penghubung yang terputus menyulitkan warga dari sejumlah kecamatan, terutama ketika harus membawa orang sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Ada jembatan provinsi, yang sudah tiga tahun ambruk, empat kecamatan di sana, udah berulang-urang orang sakit nggak bisa akhirnya meninggal di jalan,” kata Maruli.
Ia juga menggambarkan beratnya kondisi yang dihadapi masyarakat ketika akses tersebut tidak dapat digunakan. Bahkan, warga mengalami kesulitan saat harus membawa jenazah melintasi wilayah itu.
“Orang meninggal di bawah-bawah petinya, di daerah Ampuang,” ujarnya.
Menurut Maruli, persoalan jembatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu sebelumnya telah ditanyakan kepada instansi terkait. Namun, berdasarkan penjelasannya, perbaikan belum juga dilakukan meski kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga.
Maruli menyebut pihaknya telah menanyakan penanganan jembatan tersebut kepada instansi pekerjaan umum (PU) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Akan tetapi, setelah tiga tahun berlalu, pekerjaan yang diharapkan belum terlaksana.
“Tanya PU nggak dikerjakan setelah tiga tahun, tanya BNPB setelah tiga tahun nggak dikerjakan, ya kita kerjakan aja,” tuturnya.
Ia menegaskan, keputusan TNI untuk turun tangan dilandasi kepedulian terhadap masyarakat yang harus menghadapi kesulitan akibat rusaknya infrastruktur penghubung antarkecamatan.
“Karena kasian lah, tiga kecamatan,” kata Maruli.
Pekerjaan di Daerah Terpencil Penuh Tantangan
Maruli juga menjelaskan bahwa pengerjaan infrastruktur di wilayah terpencil tidak selalu berjalan mudah. TNI harus menghadapi berbagai kendala, mulai dari survei lokasi, perjalanan menuju titik pekerjaan, hingga pengangkutan peralatan yang dibutuhkan.
Dalam kondisi tertentu, pengadaan dan pengiriman perlengkapan bahkan harus dilakukan menggunakan kapal karena peralatan yang diperlukan sulit diperoleh di wilayah tujuan.
Selain kendala logistik, proses pengerjaan juga dapat memerlukan penyesuaian perencanaan setelah kondisi lapangan diketahui. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan membutuhkan persiapan dan pengecekan langsung agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan di lokasi.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi TNI ketika membantu menangani persoalan infrastruktur di daerah yang sulit dijangkau.
Maruli Minta Media Aktif Laporkan Kerusakan Infrastruktur
Di sisi lain, Maruli menyatakan TNI terbuka terhadap informasi dari media mengenai kerusakan infrastruktur maupun persoalan pembangunan yang membutuhkan perhatian.
Ia meminta media tidak ragu menyampaikan temuan di lapangan agar dapat menjadi bahan bagi TNI untuk menindaklanjuti persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Jadi kita lebih senang, ya. Lempar aja, sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Maruli mengatakan, informasi dari media dapat menjadi masukan untuk melakukan pengecekan langsung. Selain pemberitaan, laporan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) juga dapat membantu TNI mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
“Kita dengan senang hati untuk mendapatkan berita-berita itu,” katanya.
Ia berharap informasi mengenai pekerjaan yang sedang berlangsung maupun rencana pembangunan dapat disampaikan secara berkala. Dengan demikian, perkembangan penanganan infrastruktur di berbagai daerah dapat diketahui dan menjadi bahan pemantauan bersama.
Pengalaman penanganan jembatan yang ambruk selama tiga tahun tersebut, menurut penjelasan Maruli, memperlihatkan salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat ketika akses penghubung tidak kunjung pulih. Dalam situasi seperti itu, TNI memilih turun tangan untuk membantu mengatasi kesulitan warga.