JAKARTA – Tijjani Reijnders resmi bergabung dengan Manchester City, namun ada hal lain yang mencuri perhatian publik Indonesia.
Dalam video perkenalan yang dirilis klub pada Kamis (12/6/2025), gelandang anyar The Citizens ini mengungkapkan kecintaannya terhadap nasi goreng — kuliner khas Nusantara yang disebutnya sebagai makanan favorit.
Pernyataan sederhana itu langsung menyentuh hati banyak warganet Indonesia, mengingat Reijnders memiliki darah keturunan dari Indonesia.
Reijnders, yang sebelumnya bersinar bersama AC Milan, merupakan pemain tim nasional Belanda yang memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ayahnya, Martin Reynders — mantan pemain profesional asal Belanda.
Ia juga merupakan kakak dari Eliano Reijnders, sosok yang sudah lebih dulu membela Timnas Indonesia.
Koneksi darah inilah yang membuat Tijjani kerap mendapat sorotan dari media dan penggemar Tanah Air, terutama setelah ucapannya soal makanan khas Indonesia viral.
“Saya suka nasi goreng. Itu makanan favorit saya,” ucap Tijjani dalam video singkat yang dirilis Manchester City.
Kalimat itu bukan sekadar pernyataan, tetapi simbol kedekatannya dengan akar budaya Indonesia.
Respons warganet pun luar biasa. Unggahan City dibanjiri komentar penuh rasa bangga dari netizen Indonesia yang merasa terwakili di level sepak bola dunia lewat kehadiran Reijnders.
Kiprah Profesional yang Makin Cemerlang
Sebelum merapat ke Manchester City, karier Reijnders melejit di AZ Alkmaar dan kemudian AC Milan.
Di San Siro, ia dikenal sebagai gelandang modern dengan fleksibilitas tinggi dan visi permainan tajam.
Penampilannya yang konsisten membawanya ke radar klub elit Eropa, hingga akhirnya The Citizens menggaetnya untuk memperkuat lini tengah mereka.
Langkah ini bukan hanya langkah karier besar bagi Reijnders, tapi juga menjadi momen bersejarah bagi para pencinta sepak bola Indonesia.
Sosoknya seolah menjadi penghubung emosional antara dua negara yang punya sejarah panjang di dunia si kulit bundar — Belanda dan Indonesia.
Simbol Kultural yang Membanggakan
Meskipun sudah memperkuat timnas Belanda di level senior, identitas keturunan Indonesia tetap melekat dalam diri Reijnders.
Ia tidak hanya dikenal lewat permainan apik di lapangan, tetapi juga sikap terbukanya terhadap budaya asal leluhurnya.
Dalam sejumlah wawancara, ia sering menyebut tentang keluarganya, serta hubungan hangat yang dijaga dengan sang adik yang kini menjadi pilar Timnas Indonesia.
Tak heran jika namanya kini jadi perbincangan hangat, terutama di Indonesia.
Bahkan, banyak yang menyebut bahwa kehadirannya di Manchester City menjadi semacam “kebanggaan diaspora” — simbol bahwa darah Indonesia juga bisa bersinar di panggung terbesar Eropa.
Langkah Reijnders ke Manchester City tidak hanya memperluas jangkauan profesionalnya sebagai pesepak bola.
Lebih dari itu, ia membawa serta warisan budaya yang membuat publik Indonesia merasa ikut memiliki pencapaiannya.
Di tengah sorotan global, ia tetap menunjukkan bahwa rasa cinta pada akar keluarga dan budaya leluhur tidak akan pernah luntur — bahkan di langit biru Etihad Stadium.***
