SUMBAR – Hujan deras yang tak henti sejak Kamis malam hingga Jumat siang memicu banjir susulan dahsyat di Korong Suranti, Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
Luapan Sungai Batang Surantiah membuat ratusan rumah warga tergenang dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa di beberapa titik. Kondisi ini memutus akses jalan dan mengisolasi sekitar 250 penduduk.
Genangan air yang bervariasi, mulai dari selutut hingga sangat dalam, membuat warga, terutama kelompok rentan, tidak mampu mengevakuasi diri secara mandiri. Situasi darurat ini segera mendapat respons cepat dari Tim Rescue Korpolairud Baharkam Polri yang langsung bergerak ke lokasi untuk menyelamatkan korban.
Operasi penyelamatan dipimpin langsung oleh Katim Rescue Korpolairud Baharkam Polri, AKBP Ferry Setiawan, S.T., M.M. Tim mengerahkan personel lengkap beserta peralatan pendukung untuk menjangkau area terdampak paling parah, dengan prioritas utama pada anak-anak, lansia, dan perempuan.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menegaskan komitmen Polri dalam penanganan bencana alam.
“Begitu menerima laporan adanya banjir susulan dan warga yang terjebak, Tim Rescue Korpolairud segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana,” kata Erdi.
Lebih lanjut, Erdi menyampaikan bahwa Polri terus berkolaborasi secara intensif dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna menjamin kelancaran proses evakuasi dan pemantauan kondisi lapangan, terutama mengingat potensi curah hujan tinggi yang masih mengancam wilayah tersebut.
Hingga Jumat sore, personel Tim Rescue Korpolairud Baharkam Polri tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir serta memastikan seluruh warga berhasil dievakuasi dengan aman.
Banjir susulan ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah Sumatera Barat terhadap cuaca ekstrem. Respons cepat aparat, seperti Korpolairud Polri, menjadi kunci dalam upaya penyelamatan jiwa. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi guna menghindari risiko lebih lanjut.