BRATISLAVA, SLOVAKIA — Timnas Inggris U-21 kembali menunjukkan tajinya di level Eropa dan berhasil mengunci Euro U-21.
Dalam laga final UEFA European Under-21 Championship 2025 yang menegangkan, mereka keluar sebagai juara usai menumbangkan Timnas Jerman U-21 dengan skor 3-2.
Gol kemenangan dicetak oleh Jonathan Rowe pada menit ke-92 dalam babak perpanjangan waktu yang mendebarkan.
Pertandingan pamungkas yang digelar di Stadion Sepak Bola Nasional, Bratislava, pada Minggu (29/6/2025), menghadirkan duel dramatis antar dua raksasa sepak bola muda Eropa.
Inggris sempat unggul cepat lewat Harvey Elliott dan Omari Hutchinson di babak pertama, menampilkan permainan agresif dan penuh inisiatif sejak awal.
Namun, Jerman bangkit jelang jeda lewat sundulan Nelson Weiper yang memperkecil ketertinggalan.
Babak kedua berlangsung semakin ketat. Jerman bermain lebih menekan dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui tembakan Paul Nebel yang sempat membentur pemain bertahan Inggris.
Meski kedua tim terus mencari gol kemenangan, waktu normal berakhir dengan skor imbang 2-2.
Sebuah peluang emas dari Nebel bahkan sempat menghantam mistar gawang, nyaris membawa Jerman unggul.
Drama berlanjut ke babak tambahan. Saat intensitas pertandingan meningkat, Jonathan Rowe muncul sebagai penentu.
Memanfaatkan umpan silang dari Tyler Morton, Rowe sukses menjebol gawang Jerman di awal perpanjangan waktu.
Gol tersebut bertahan hingga peluit akhir, mengukuhkan dominasi Inggris di turnamen usia muda ini.
“Kami menunjukkan karakter luar biasa malam ini,” ujar pelatih Timnas Inggris U-21, yang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas performa luar biasa para pemain muda asuhannya.
Tim Panser Muda tak menyerah begitu saja. Mereka hampir saja memaksakan adu penalti ketika Merlin Rohl meluncurkan tendangan keras di menit akhir.
Namun, bola hanya membentur mistar dan tidak masuk ke gawang, mengukuhkan hasil akhir untuk kemenangan Inggris.
Dengan keberhasilan ini, Inggris mencatatkan gelar Euro U-21 keempat sepanjang sejarah mereka—sejajar dengan torehan Italia dan Spanyol.
Ini juga merupakan gelar kedua secara beruntun setelah kemenangan di edisi sebelumnya, menegaskan kekuatan skuad muda Inggris yang semakin konsisten dan solid.
Kontribusi para pemain inti seperti Elliott dan McAtee yang tampil cemerlang sejak awal sangat menentukan.
Sementara itu, para pemain pengganti seperti Rowe dan Morton tampil sebagai pembeda dengan dampak instan begitu masuk lapangan.
Sementara itu, Jerman harus puas menjadi runner-up setelah kehilangan catatan sempurna mereka di turnamen.
Meski sempat mendominasi jalannya pertandingan di paruh kedua, mereka gagal menjaga kestabilan hingga akhir laga.***