DILI, TIMOR LESTE – Timor Leste dipastikan menjadi anggota ke-11 ASEAN pada Oktober 2025. Pengumuman ini disampaikan usai pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta, menandai puncak perjuangan panjang negara muda itu sejak mengajukan keanggotaan pada 2011.
Malaysia, sebagai ketua ASEAN tahun ini, akan memfasilitasi formalisasi aksesi tersebut melalui KTT Para Pemimpin di Kuala Lumpur.
Langkah ini tidak hanya memperluas blok regional yang kini beranggotakan 10 negara, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lebih dalam di sektor perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, hingga pertahanan.
“Aksesi [Timor-Leste] ke ASEAN akan sangat bermanfaat bagi kita semua,” ujar Anwar Ibrahim, menekankan potensi manfaat bersama bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Presiden Ramos-Horta, yang telah aktif mengkampanyekan integrasi Timor Leste ke ASEAN, menyambut baik hasil diskusi tersebut.
“Diskusi kami telah menjadi fokus yang hangat dan konstruktif untuk masa depan seiring kami mempersiapkan aksesi bersejarah kami ke ASEAN pada bulan Oktober di Kuala Lumpur,” katanya.
Ia menambahkan komitmen kuat negaranya: “Kami berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan Malaysia dan seluruh anggota ASEAN untuk memenuhi tonggak-tonggak penting yang tersisa dalam perjalanan kami menuju keanggotaan penuh.”
Sebagai negara termuda di kawasan yang merdeka dari Indonesia pada 2002, Timor Leste menghadapi berbagai tantangan struktural yang menjadi sorotan utama.
Ketergantungan pada cadangan minyak bumi, kesenjangan sosial yang tinggi, malnutrisi, serta tingkat pengangguran yang mengkhawatirkan menjadi hambatan utama bagi pembangunan berkelanjutan.
Meski demikian, keanggotaan ASEAN diharapkan menjadi katalisator untuk akses pasar lebih luas dan bantuan teknis dari sesama anggota.
Pertemuan bilateral ini juga mencakup agenda lanjutan, termasuk pertemuan Anwar dengan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao. Di sisi domestik, Timor Leste baru saja mengalami gejolak sosial akibat protes publik terhadap rencana pembelian SUV mewah Toyota Prado untuk anggota parlemen serta program pensiun seumur hidup bagi mantan anggota.
Demonstrasi yang berujung bentrokan dengan polisi itu memaksa parlemen membatalkan kedua inisiatif tersebut, menunjukkan responsivitas pemerintah terhadap aspirasi rakyat.
Dengan aksesi Timor Leste, ASEAN semakin kokoh sebagai pilar perdamaian dan kemakmuran di Asia Tenggara. Para analis memprediksi bahwa integrasi ini akan memperkaya diversitas budaya dan ekonomi blok regional, sekaligus membantu Timor Leste mengatasi isu-isu strukturalnya melalui kerjasama multilateral.
“Kami pasti akan merayakan keikutsertaan Anda di ASEAN pada Oktober 2025,” tambah Anwar, menutup nada optimis dari dialog bilateral ini.