JAKARTA – Pratikno resmi meninggalkan jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Namun, berakhirnya masa tugas di Kemenko PMK tampaknya bukan akhir kiprah Pratikno di pemerintahan.
Pratikno memberi sinyal bahwa dirinya akan mendapat penugasan baru di pemerintahan. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui awak media seusai menghadiri pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Nama Pratikno sebelumnya dikaitkan dengan posisi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Saat ditanya mengenai kabar tersebut, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu tidak memberikan jawaban secara gamblang.
Ia hanya meminta awak media menunggu pengumuman resmi terkait posisi barunya.
“Ya nanti kan ada berita berikutnya. Ya nanti kita tunggu lah sampai besok,” kata Pratikno.
Pratikno juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo selama dirinya menjabat sebagai Menko PMK.
Ia menyebut tugas mengoordinasikan pembangunan manusia dan kebudayaan merupakan sebuah kehormatan, terlebih bidang tersebut memiliki kedekatan dengan latar belakang dirinya sebagai akademisi dan keluarga pendidik.
“Jadi sebuah mandat, sebuah kehormatan yang luar biasa,” ujarnya.
Meski telah meninggalkan Kemenko PMK, Pratikno masih menaruh perhatian terhadap sejumlah agenda yang sebelumnya berada dalam koordinasinya. Ia menyebut terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu terus dikawal oleh penggantinya, Sugiono.
Salah satunya berkaitan dengan penanganan pascabencana, khususnya memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak tetap berjalan.
Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi salah satu agenda yang dinilai membutuhkan kesinambungan. Pratikno menyebut instruksi Presiden Prabowo mengenai pendidikan gratis perlu terus direalisasikan.
Sejumlah program pendidikan yang telah berjalan juga disebut membutuhkan pengawalan lebih lanjut, termasuk Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Nasional Terintegrasi.
“Pak Presiden memberikan perintah mengenai pendidikan gratis. Terus kemudian beberapa inovasi di bidang pendidikan juga banyak, Sekolah Unggul Garuda, Sekolah Nasional Terintegrasi, dan lain-lain, tentu saja di bidang kesehatan dan lain-lain,” kata Pratikno.
Menurut Pratikno, sejumlah agenda tersebut tidak hanya mencakup sektor pendidikan, tetapi juga bidang kesehatan dan pembangunan manusia secara lebih luas.
Karena itu, ia berharap pergantian kepemimpinan di Kemenko PMK tidak mengganggu keberlanjutan berbagai program yang telah berjalan.
Pratikno menilai Sugiono telah memahami berbagai persoalan dan agenda yang harus dikerjakan di Kemenko PMK. Ia juga menyebut komunikasi di antara para menteri selama ini berjalan dengan baik.
“Kami komunikasi sangat baik dengan teman-teman sesama menteri, dan Pak Sugiono sudah paham betul hal-hal yang harus dikerjakan. Kami selalu siap mendukung,” pungkasnya.
Sementara itu, mengenai kemungkinan dirinya mengisi posisi baru di pemerintahan, Pratikno belum memberikan konfirmasi lebih lanjut. Ia memilih meminta publik menunggu pengumuman resmi yang disebutnya akan disampaikan dalam waktu dekat.