JAKARTA – Memasuki musim hujan, pengendara motor diimbau lebih waspada saat berkendara. Jas hujan dan sepatu karet menjadi perlengkapan penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Selain itu, pengendara juga disarankan menghindari berteduh di bawah flyover mau pun pohon karena berisiko membahayakan keselamatan.
Jas hujan kerap disimpan di bagasi jok motor, terutama bagi kendaraan yang memiliki ruang penyimpanan. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa membuat jas hujan cepat rusak jika tidak dilakukan dengan benar.
“Sebetulnya meletakkan jas hujan di bagasi jok itu aman-aman saja kok, saya sendiri masih sering melakukannya. Toh memang peruntukan dari bagasi jok kan untuk menyimpan barang yang penting, salah satunya jas hujan,” ujar Christanto Ramli, pemilik Gasoline Motoworld di Jakarta Pusat, dikutip dari GridOto, Selasa (23/12/2025).
Christanto menekankan, jas hujan yang basah berisiko rusak bila disimpan terlalu lama di bagasi motor.
“Karena memang ada hawa panas di bagasi jok, kalau kalian simpan jas hujan yang basah tentu akan rawan jadi getas apalagi kalau bahannya PVC atau seperti karet,” jelasnya.
Meski demikian, jas hujan basah boleh disimpan sementara di bagasi ketika hujan reda. Namun, sesampainya di rumah, jas hujan harus segera dikeluarkan, dijemur, bahkan dicuci bila kotor agar lebih awet.
Dengan demikian, menyimpan jas hujan di bagasi motor sah-sah saja, asalkan pengendara memperhatikan cara penyimpanan yang tepat. Hal ini penting agar jas hujan tetap awet dan siap digunakan kapan saja, terutama di musim hujan yang kerap turun mendadak.