JAKART – Meski suhu udara pada malam hari biasanya lebih rendah dibanding siang, sebagian orang tetap merasa gerah dan sulit tidur. Kondisi ini wajar terjadi karena bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari suhu ruangan yang terlalu hangat hingga pengaruh gaya hidup.
Beberapa penyebab umum rasa gerah pada malam hari antara lain:
- Suhu kamar yang terlalu tinggi.
- Kasur atau pakaian tidur yang terlalu tebal.
- Konsumsi kafein menjelang waktu tidur.
- Tingkat stres yang tinggi.
- Efek samping dari obat-obatan tertentu.
Selain itu, rasa gerah juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Jika suhu tubuh meningkat di atas 37,5 derajat Celsius, bisa jadi penyebabnya adalah demam akibat infeksi.
Untuk mengurangi rasa gerah saat malam hari, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Dinginkan kamar tidur. Gunakan AC atau kipas angin, dan pastikan peralatannya bersih dari debu. Jika memungkinkan, buka jendela agar sirkulasi udara lancar.
- Mandi air dingin sebelum tidur. Ini membantu menurunkan suhu tubuh dan membuat tidur lebih nyenyak.
- Hindari kafein dan olahraga berat satu jam sebelum tidur. Keduanya bisa meningkatkan suhu tubuh dan membuat sulit rileks.
- Gunakan pakaian tidur yang tipis dan menyerap keringat.
- Minum air putih dingin.
- Jangan makan terlalu dekat dengan waktu tidur.
- Kelola stres. Cobalah relaksasi ringan seperti meditasi atau pernapasan dalam sebelum tidur.
Jika rasa gerah disertai demam, konsumsi obat penurun panas seperti paracetamol bisa membantu. Namun, bila kondisi berlangsung lebih dari tiga hari dan disertai gejala seperti keringat dingin, menggigil, lemas, hilang nafsu makan, atau penurunan berat badan, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.