JAKARTA – Perkedel kentang menjadi salah satu lauk favorit di berbagai hidangan rumahan karena cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut. Sajian ini kerap hadir sebagai pelengkap nasi kuning, soto, maupun menu makan sehari-hari. Namun, tak sedikit orang mengeluhkan perkedel yang hancur saat digoreng.
Masalah tersebut umumnya disebabkan oleh adonan yang terlalu lembek, takaran kentang yang kurang tepat, hingga teknik pengolahan yang keliru. Akibatnya, perkedel melebar, retak, bahkan pecah ketika digoreng.
Berikut sejumlah tips membuat perkedel kentang agar hasilnya padat dan pulen, dilansir dari Buku “Masak Tanpa Ribet” (2020) karya Sheila Gondowijoyo.
- Pilih jenis kentang yang tepat
Gunakan kentang tua berwarna kuning karena memiliki tekstur lebih empuk dan pulen sehingga mudah dibentuk dan tidak mudah hancur. - Hindari merebus kentang
Kentang sebaiknya digoreng atau dikukus hingga matang, kemudian dihaluskan. Proses perebusan dapat membuat kentang menyerap terlalu banyak air dan menyebabkan adonan menjadi lembek. - Tambahkan bahan pengikat adonan
Campurkan bawang goreng, merica bubuk, bubuk biji pala, garam, kaldu ayam atau jamur, kuning telur, serta tepung maizena. Penambahan maizena membantu adonan lebih padat dan tidak pecah saat digoreng. - Padatkan adonan saat membentuk
Ambil satu sendok makan adonan, lalu bentuk sambil dipadatkan. Pastikan tidak ada udara di dalam adonan karena dapat membuat perkedel retak atau pecah ketika digoreng. - Gunakan teknik menggoreng yang tepat
Panaskan minyak dengan api sedang hingga besar. Goreng perkedel hingga bagian bawahnya kokoh sebelum dibalik secara perlahan agar bentuknya tetap utuh. - Goreng hingga matang merata
Masak perkedel hingga kedua sisi berwarna keemasan, kemudian angkat dan tiriskan sebelum disajikan.
Dengan menerapkan tips tersebut, perkedel kentang dapat diolah menjadi lauk yang padat, pulen, dan tidak mudah hancur saat digoreng.
