SUMUT – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas Gulbencal) Yonzipur I/Bukit Barisan resmi memulai pembangunan jembatan Bailey darurat di Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, pada Rabu (7/1/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memulihkan jalur transportasi yang terputus akibat banjir bandang pada akhir 2025, sehingga dapat menghubungkan kembali antarwilayah dan mendukung aktivitas masyarakat.
Pembangunan dimulai setelah seluruh material jembatan Bailey tiba di lokasi. Material tersebut terdiri dari delapan petak, yakni tujuh petak tipe 2-1 dari Yonzikon 14/SWS dan satu petak tipe 2-1 dari Yonzipur 1/DD. Jembatan ini memiliki panjang total 24 meter dengan lebar 3,85 meter, dalam kondisi lengkap dan siap dirakit.
Untuk memastikan proses berjalan lancar, Satgas Gulbencal mengerahkan berbagai alat berat dan kendaraan pendukung, antara lain mobil crane berkapasitas 25 ton, mobil long cargo, crane cargo, dump truck, mobil NPS, serta sepeda motor dinas. Kesiapan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek sehingga akses warga segera pulih.
Proyek ini merupakan hasil koordinasi intensif lintas instansi yang melibatkan pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, dinas teknis, serta perusahaan terkait. Jembatan Bailey tipe 2-1 tersebut akan menghubungkan Desa Besilam Bukit Lembasa dengan Desa Padang Tualang, khususnya di Dusun IX Indah Sari.
Dalam rapat koordinasi, tim teknis Dinas PUPR Kabupaten Langkat akan meninjau ulang pondasi jembatan berukuran 6 x 7 meter. Sementara itu, perakitan jembatan dilakukan secara paralel dengan pembangunan pondasi. Dukungan alat berat seperti ekskavator dan crane berasal dari PTPN IV serta PT LNK.
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan peran TNI AD dalam mendukung pemulihan infrastruktur pascabencana.
“Pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta meningkatkan konektivitas antar desa yang selama ini terhambat,” ujarnya.
Inisiatif ini menegaskan komitmen TNI AD untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang pertahanan negara, tetapi juga dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat di wilayah terdampak bencana. Pembangunan jembatan Bailey ini menjadi bagian dari upaya nasional TNI AD dalam menangani dampak banjir dan longsor di Sumatera Utara pada awal 2026.