BALI — TNI AL dan Kedutaan Besar Amerika Serikat menggelar penyelaman untuk memasang prasasti dan bendera kedua negara di bangkai kapal USAT Liberty di perairan Tulamben, Bali, Kamis (17/4), guna memperingati pertempuran laut Amerika-Jepang pada Perang Dunia II sekaligus memperkuat diplomasi maritim.
Tak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah Perang Dunia II sekaligus bentuk nyata diplomasi bawah laut Indonesia dan Amerika Serikat. Kapal milik Angkatan Darat Amerika Serikat tersebut kini menjadi situs menyelam bersejarah dan habitat biota laut yang dilestarikan warga lokal.
Kegiatan bertajuk historical dive ini dipelopori oleh Dinas Sejarah TNI AL (Disjarahal) dan melibatkan penyelam dari Naval Historical Diver (NHD), tim penyelam dari Kedutaan Besar Amerika, serta komunitas penyelam lokal.
Dalam amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang dibacakan oleh Aspotmar KSAL Mayjen TNI (Mar) Hermanto menyebutkan komitmen TNI AL untuk terus menjadikan sejarah sebagai sarana mempererat hubungan internasional.
“Momen bersejarah ini diharapkan akan menjadi sarana diplomasi yang mempererat hubungan bilateral Indonesia – Amerika Serikat khususnya dan negara lainnya pada umumnya untuk menuju masa depan yang lebih harmonis dan saling menghargai serta menjunjung tinggi perdamaian abadi yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945,” ujar Kadisjarahal Laksma TNI Hariyo Poernomo.
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan instruksi langsung Kasal sebagai bagian dari tugas pokok TNI AL dalam mendukung diplomasi maritim. Lebih dari sekadar mengenang, penyelaman ini juga menegaskan komitmen bersama dalam menjaga ekosistem bawah laut yang kini tumbuh subur di sekitar bangkai kapal.
Kini, bangkai USAT Liberty bukan hanya pengingat bisu tragedi perang, tetapi juga simbol perdamaian dan harapan. Selain menjadi magnet wisata bahari dunia, kapal ini telah menjadi sumber penghidupan warga Tulamben yang menjaganya dengan penuh kesadaran.
Dengan jejak sejarah, kerja sama internasional, dan pelestarian alam dalam satu misi, penyelaman di USAT Liberty menjadi lebih dari sekadar kegiatan bawah laut—ini adalah pesan perdamaian yang dikirimkan dari kedalaman samudra Indonesia ke dunia.

