JATIM – Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) di Bandara Internasional Juanda. Pada Sabtu, 8 Februari kemarin. Benih Bening Lobster itu akan diselundupkan ke luar negeri.
Operasi ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara TNI AL, Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, serta seluruh pihak terkait di Bandara Juanda. BBL tersebut direncanakan akan diselundupkan menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan TR-263 tujuan Singapura.
Komandan Satgaspam TNI AL Bandara Juanda, Letkol Laut (P) Dani Widjanarka mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan petugas terhadap penumpang yang akan terbang pada Jumat malam, 7 Februari 2025. Analisis terhadap data keberangkatan menunjukkan indikasi adanya pengiriman barang yang mencurigakan.
Setelah dilakukan screening terhadap barang bawaan penumpang penerbangan Scoot Tiger Air TR263, ditemukan dua box mencurigakan. Segera, tim melakukan pemeriksaan fisik yang disaksikan oleh Petugas Aviation Security dari Lion Air dan petugas pintu kedatangan. Hasil pemeriksaan menemukan ratusan ribu benih lobster yang disembunyikan dalam 49 bungkus plastik.
Petugas pun mengamankan dua orang tersangka, yakni RP (41), seorang kurir yang bertugas membawa barang, serta KH (29), penerima barang di Bandara Juanda. Dalam pengembangan lebih lanjut, petugas berhasil menangkap satu tersangka lainnya, seorang sopir pengantar barang asal Nusa Tenggara Timur.
Setelah menggagalkan penyelundupan ini, petugas berhasil menyita 60.205 ekor Benih Bening Lobster (BBL), terdiri dari 59.154 ekor jenis Pasir dan 1.051 ekor jenis Mutiara. Dengan nilai kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp 9.083.300.000, penyelundupan ini berhasil digagalkan sebelum merugikan perekonomian negara.
Barang bukti dan tersangka kini telah diserahkan kepada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda untuk proses lebih lanjut. Keberhasilan ini sejalan dengan komitmen Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, yang terus menekankan pentingnya pengawasan dan pengamanan sektor penerbangan guna mencegah berbagai tindakan ilegal.