BANTEN — TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan tiga armada laut dan menyiagakan tim medis untuk membantu penanganan kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda, dekat Pulau Merak Besar, Cilegon, Banten, Senin (20/10/2026). Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Pengerahan unsur laut dilakukan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten untuk mendukung proses evakuasi, mengamankan lokasi kejadian, serta membantu penanganan darurat di sekitar kapal yang terbakar.
KMP Batumandi mengalami kebakaran ketika berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten. Insiden terjadi saat kapal feri tersebut melakukan olah gerak menjelang sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak.
Untuk mendukung operasi di lokasi, Lanal Banten mengerahkan tiga unsur laut, yakni Patkamla Pulau Sangiang I-3-57, Rigid Buoyant Boat (RBB) Pulau Deli, dan Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) Pulau Kali.
Ketiga armada tersebut disiagakan untuk memantau situasi perairan, mendukung tindakan penyelamatan, dan membantu pengamanan area di sekitar KMP Batumandi.
Selain mengerahkan armada laut, Lanal Banten menyiapkan ambulans dan personel medis guna memberikan pertolongan apabila terdapat penumpang, awak kapal, maupun petugas yang membutuhkan penanganan kesehatan selama proses evakuasi.
Berdasarkan informasi resmi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Proses penyelamatan dilakukan melalui koordinasi tim gabungan yang menangani insiden tersebut.
Setelah seluruh penumpang dan awak kapal dievakuasi, tim SAR gabungan bersama instansi terkait melanjutkan penanganan di lokasi. Upaya tersebut meliputi pemadaman sisa api, pengamanan area pelayaran, serta penanganan kondisi kapal agar tidak mengganggu aktivitas penyeberangan di Selat Sunda.
Penanganan pascakebakaran menjadi bagian penting dari upaya menjaga keselamatan pelayaran di jalur penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera tersebut. Koordinasi antarinstansi diperlukan agar proses penanganan berjalan aman dan aktivitas pelayaran dapat tetap terkendali.
Pengerahan unsur laut dan kesiapan tim medis Lanal Banten juga sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengenai kesiapsiagaan jajaran TNI AL dalam menjaga keselamatan pelayaran serta merespons keadaan darurat di wilayah perairan strategis nasional.
Melalui dukungan armada laut, personel medis, dan koordinasi dengan unsur SAR serta instansi terkait, TNI AL turut mendukung penanganan kebakaran KMP Batumandi hingga tahap pascakejadian. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keselamatan personel dan memastikan area perairan tetap aman selama proses penanganan berlangsung.