DIY – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) bersama Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) memantapkan rencana pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Elang Malindo 2026 melalui konferensi perencanaan awal yang digelar di Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara di bidang pertahanan udara, dengan fokus pada peningkatan kemampuan operasional bersama.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menyampaikan bahwa Latma Elang Malindo 2026 akan menjadi edisi ke-30 dalam sejarah kerja sama TNI AU dan TUDM. Latihan ini direncanakan melibatkan Skadron Udara 11 TNI AU dan Skadron 12 TUDM, yang sama-sama mengoperasikan pesawat Sukhoi sebagai platform utama dalam simulasi operasi udara bersama.
IPC tidak hanya menjadi pertemuan formal, tetapi juga tahap strategis dalam perencanaan latihan bersama. Tahapan ini mencakup pembahasan konsep latihan, tujuan, skenario, mekanisme pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan dukungan operasional.
Sejak pertama kali digelar, Latma Elang Malindo telah menjadi simbol kerja sama militer Indonesia–Malaysia di kawasan Asia Tenggara. Edisi ke-30 diharapkan mampu memperdalam pengalaman taktis sekaligus menjawab dinamika ancaman regional yang semakin kompleks, termasuk pengawasan wilayah udara bersama dan respons cepat terhadap situasi darurat.
Dalam konteks yang lebih luas, latihan ini sejalan dengan komitmen kedua negara untuk membangun kepercayaan di tengah dinamika geopolitik kawasan. Latma Elang Malindo 2026 menjadi penanda komitmen bersama untuk terus mempererat kerja sama bilateral, meningkatkan interoperabilitas, serta memperkuat profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Persiapan melalui IPC juga menekankan pentingnya koordinasi lintas negara, termasuk integrasi teknologi dan prosedur standar operasional. Dengan langkah tersebut, kedua angkatan udara diharapkan semakin efektif dalam menjaga stabilitas kawasan serta meningkatkan kemampuan personel melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Kegiatan ini turut mendukung visi pertahanan nasional Indonesia dalam memperkuat postur udara melalui kemitraan internasional. Bagi TUDM, kolaborasi ini juga memperkaya doktrin operasional dalam menghadapi berbagai skenario konflik hipotetis.
Diharapkan pelaksanaan Latma Elang Malindo 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kedua negara, tidak hanya sebagai latihan militer, tetapi juga sebagai upaya membangun fondasi perdamaian dan keamanan bersama di wilayah udara Indonesia–Malaysia.
