SUMUT – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) bergerak cepat mengevakuasi seorang pasien lanjut usia melalui jalur udara dari Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, menuju Lanud Soewondo Medan, Minggu (21/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan medis di tengah keterbatasan akses darat pascabencana.
Pasien bernama Abraham (85) dirujuk ke Medan setelah mengalami fraktur leher tulang paha kanan akibat terjatuh. Selain itu, pasien juga memiliki riwayat hernia nukleus pulposus (HNP) yang membutuhkan penanganan lanjutan oleh dokter spesialis. Sebelumnya, Abraham sempat mendapatkan perawatan awal di RS Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Untuk mendukung proses rujukan medis secara cepat dan aman, TNI AU mengerahkan pesawat angkut C-130J Super Hercules dengan nomor registrasi A-1340. Pesawat tersebut membawa pasien dari Rembele menuju Medan guna memastikan penanganan medis lanjutan dapat segera dilakukan.
Setibanya di Lanud Soewondo Medan, pasien langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Murni Teguh untuk mendapatkan perawatan intensif sesuai rekomendasi medis.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menegaskan bahwa pemanfaatan jalur udara menjadi solusi efektif dalam situasi darurat pascabencana.
“Evakuasi udara dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan medis secepat mungkin, terutama ketika akses darat mengalami kendala akibat dampak bencana,” ujar I Nyoman Suadnyana.
Ia menambahkan, misi penerbangan tersebut tidak hanya difokuskan pada evakuasi medis. Dalam rute yang sama, pesawat TNI AU juga dimaksimalkan untuk mendukung distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.
Pada rute Medan menuju Rembele, pesawat Hercules mengangkut bantuan bahan pangan bagi warga yang terdampak bencana. Sementara dalam penerbangan kembali dari Rembele ke Medan, TNI AU membawa hasil panen masyarakat setempat guna membantu kelancaran distribusi serta menopang perekonomian petani.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen TNI AU dalam mendukung pemulihan pascabencana, tidak hanya melalui bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis, tetapi juga dengan menjaga rantai distribusi logistik dan hasil pertanian masyarakat.