JAKARTA – TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam diplomasi pertahanan melalui keikutsertaan delegasi tingkat tinggi di ajang Singapore Airshow 2026. Delegasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Dankodiklatau Marsda TNI Benny Arfan menghadiri rangkaian acara di Singapura sejak awal Februari 2026.
Kehadiran delegasi ini tidak hanya untuk menyaksikan pameran kedirgantaraan terbesar di Asia, tetapi juga memanfaatkan momentum guna memperdalam kerja sama bilateral dan multilateral di bidang pertahanan udara serta mengikuti perkembangan teknologi militer udara terkini.
Rangkaian agenda dimulai pada Senin (2/2/2026) dengan kehadiran delegasi pada International Space Summit 2026 yang digelar di Sands Expo and Convention Centre. Forum bergengsi ini mempertemukan pejabat pemerintah, lembaga antariksa, serta investor global untuk membahas kemajuan teknologi luar angkasa dan implikasinya terhadap pertahanan.
Puncak kegiatan diplomasi berlangsung pada Selasa (3/2/2026), ketika Marsda TNI Benny Arfan mewakili Kepala Staf Angkatan Udara bertemu dengan Chief of Air Force Republic of Singapore Air Force (CAF RSAF), Mayor Jenderal Kelvin Fan. Dalam pertemuan tersebut, Mayor Jenderal Kelvin Fan menyampaikan apresiasi atas partisipasi Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU serta hubungan baik yang terus terjalin antara TNI AU dan RSAF.
Pertemuan ini menjadi forum penting untuk memperkuat komunikasi antarangkatan udara kedua negara di tengah dinamika keamanan regional.
Selanjutnya, Wadankodiklatau juga melakukan pertemuan dengan Commander Pacific Air Forces (PACAF) Amerika Serikat, General Kevin B. Schneider. Diskusi ini melanjutkan komunikasi sebelumnya pada November 2025, dengan fokus pada peluang kerja sama antara TNI AU dan US PACAF, termasuk latihan bersama, pertukaran teknologi, dan peningkatan interoperabilitas.
Delegasi kemudian menghadiri pembukaan resmi Singapore Airshow edisi ke-10 di Changi Exhibition Centre. Acara pembukaan tersebut diwarnai demonstrasi udara dari berbagai pesawat tempur dan tim aerobatik internasional, termasuk penampilan Jupiter Aerobatic Team TNI AU yang menjadi salah satu sorotan.
Tidak hanya terbatas pada agenda diplomasi dan pertunjukan udara, delegasi TNI AU juga melakukan kunjungan ke sejumlah stan industri pertahanan dan kedirgantaraan terkemuka. Mereka meninjau inovasi dari perusahaan global seperti ST Engineering, Airbus, Boeing, Thales, Lockheed Martin, dan Embraer. Kunjungan ini dimanfaatkan untuk mengamati perkembangan teknologi pesawat tempur, sistem radar, hingga platform tanpa awak yang dapat mendukung modernisasi alutsista TNI AU.
Kehadiran TNI AU di Singapore Airshow 2026 menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta pertahanan udara kawasan Asia-Pasifik. Ajang dua tahunan ini, yang berlangsung hingga 8 Februari 2026, menjadi platform utama bagi negara-negara untuk menjalin kemitraan, berbagi pengetahuan, dan mengeksplorasi teknologi masa depan.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, partisipasi ini memiliki makna mendalam bagi kesiapan operasional TNI AU.
“Melalui keikutsertaan dalam ajang Singapore Airshow 2026, TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi pertahanan udara, serta mengikuti perkembangan teknologi kedirgantaraan modern untuk mendukung kesiapan operasional dan profesionalisme TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan negara,” ujar Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.
Dengan langkah ini, TNI AU tidak hanya mempererat hubungan dengan mitra strategis seperti Singapura dan Amerika Serikat, tetapi juga memastikan Angkatan Udara Indonesia tetap adaptif terhadap ancaman dan tantangan di era teknologi canggih.


