SUMSEL – Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) di Palembang menunjukkan kesiapan maksimal dalam mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan. Hal ini terungkap saat kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Hanif Faisol Nurofiq, di apron Alpha Lanud SMH, Selasa (1/8/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Komandan Lanud SMH, Kolonel Pnb Zulfikri Arif Purba, S.Sos., M.S. (NSSS), selaku Dansubsatgasops Udara Provinsi Sumsel, memaparkan kesiapan operasional Lanud SMH. Ia menegaskan komitmen TNI AU dalam mendukung upaya penanganan Karhutla melalui fasilitas udara dan koordinasi lintas instansi yang solid.
“Kesiapan Lanud SMH mencerminkan semangat TNI AU AMPUH—Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis—sesuai arahan Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.
Menteri Hanif mengapresiasi peran aktif TNI AU, khususnya Lanud SMH, dalam mendukung mitigasi bencana Karhutla. Ia menyoroti sinergi antarinstansi yang menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
“Kami melihat kesiapan yang luar biasa dari Lanud SMH. Kolaborasi ini sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak Karhutla,” katanya.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, serta sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla yang kerap melanda Sumsel.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kesiapan Lanud SMH tidak hanya terlihat dari aspek operasional, tetapi juga dari koordinasi yang erat dengan berbagai pihak.
Pendekatan humanis TNI AU dalam operasi ini turut mendukung upaya menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat. Dengan semangat AMPUH, TNI AU terus berperan aktif dalam menangani bencana alam, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan Karhutla di Sumsel tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga kerja sama yang solid demi hasil yang optimal.