BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Lanud Sulaiman TNI Angkatan Udara melaksanakan operasi aeroseeding skala besar dengan menebarkan sekitar 8 ton benih pohon atau setara 5,2 juta butir benih dari pesawat Casa C-212 TNI AU. Kegiatan ini berlangsung di sejumlah kawasan hutan dan perbukitan rawan bencana di Kabupaten Bandung, dimulai pada Sabtu (31/1/2026).
Program penebaran benih dari udara ini bertujuan mempercepat rehabilitasi lahan kritis, memulihkan vegetasi, serta memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor yang kerap melanda wilayah hulu Kabupaten Bandung. Metode aeroseeding dipilih karena efektif menjangkau area terjal dan sulit diakses melalui jalur darat, sehingga penyebaran benih dapat dilakukan secara merata dan masif.
Komandan Lanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
“Penebaran benih pohon ini bertujuan untuk mengurangi dampak dan potensi bencana, salah satunya tanah longsor. Pohon memiliki kemampuan menyerap air sehingga dapat membantu mencegah terjadinya longsor,” ujarnya.
Pesawat Casa C-212 yang dioperasikan oleh kru dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, melakukan empat sorti penerbangan dari Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung. Total 19 jenis benih pohon, termasuk tanaman keras dan buah-buahan, ditebarkan secara bertahap, termasuk lanjutan pada hari berikutnya, guna mencapai target 8 ton.
Lokasi sasaran penyebaran mencakup tiga desa prioritas dengan luas total 738 hektare, yaitu:
- Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari (123 hektare)
- Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari (137 hektare)
- Desa Girimulya, Kecamatan Pacet (478 hektare)
Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi antara TNI AU, Pemkab Bandung, serta unsur Forkopimda dan masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Benih yang digunakan dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk kontribusi siswa SD dan SMP se-Kabupaten Bandung, menunjukkan partisipasi luas dalam upaya penghijauan dan pengurangan risiko bencana.
Kegiatan aeroseeding ini diharapkan tidak hanya menghijaukan kembali lahan kritis pascabencana, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan hulu sebagai penyangga air dan pencegah erosi di wilayah Bandung Raya. Pemantauan pertumbuhan vegetasi akan dilakukan untuk memastikan keberhasilan program jangka panjang ini.