JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menegaskan bahwa serangan langsung yang dilakukan Israel Defense Forces (IDF) terhadap posisi pasukan perdamaian PBB di Lebanon selatan pada Minggu (16/11/2025) tidak melibatkan Kontingen Garuda (Konga) TNI yang bertugas di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Insiden berdarah itu menimpa Batalyon Spanyol (Spanbatt) yang juga tergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di wilayah perbatasan Lebanon-Israel.
“Dengan demikian saya sampaikan pada kesempatan ini, insiden tersebut tidak berkaitan dengan Kontingen Garuda (Konga) TNI kita yang bertugas di UNIFIL,” tegas Mayjen Freddy Ardianzah dalam keterangan resmi yang diterima redaksi pada Senin (17/11/2025) siang.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis kekhawatiran publik di Tanah Air yang sempat beredar luas di media sosial pasca-munculnya laporan serangan IDF terhadap pos pengamatan UNIFIL di sektor barat Lebanon selatan.
Menurut Mayjen Freddy, serangan yang terjadi pada Minggu sore waktu setempat itu merupakan “serangan langsung Israel Defense Forces (IDF) terhadap Pasukan Perdamaian Batalyon Spanyol (Spanbatt)”.
Hingga kini, belum ada laporan resmi dari PBB terkait jumlah korban jiwa atau luka dari pihak Spanbatt. Namun sumber di lapangan menyebut setidaknya dua tentara Spanyol mengalami luka berat akibat ledakan artileri yang menghantam pos pengamatan mereka.
Sementara itu, Kontingen Garuda yang saat ini beranggotakan sekitar 850 prajurit TNI dan dipimpin Kolonel Inf Dwi Sasetyo terus menjalankan tugas rutin di sektor timur Lebanon selatan tanpa gangguan signifikan.
“Konga TNI tetap melaksanakan mandat UNIFIL sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, fokus pada pemantauan gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil,” lanjutnya.
Pernyataan tegas TNI ini menjadi angin segar bagi keluarga prajurit yang sedang bertugas di zona konflik tersebut. Sejak eskalasi kembali memanas antara Israel dan Hizbullah pada Oktober 2023 lalu, UNIFIL kerap menjadi sasaran tembakan tidak langsung, meski serangan langsung terhadap posisi pasukan perdamaian jarang terjadi.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah menyampaikan kecaman keras atas serangan terhadap pasukan perdamaian PBB dan meminta semua pihak menghormati status kekebalan personel UNIFIL sesuai hukum internasional.
Hingga berita ini diturunkan, juru bicara IDF belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan serangan langsung terhadap pos Spanbatt.