Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengerahkan kekuatan penuh lintas matra untuk mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, banjir lahar dingin, dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 24 November 2025. Operasi ini melibatkan alutsista (alat utama sistem senjata) udara, laut, dan darat secara terpadu.
Peran TNI Angkatan Darat (TNI AD)
Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) langsung mengerahkan dua unit helikopter heavy-lift dan medium-lift dari Skadron 21/Angkut Berat dan Skadron 11/Serbu:
- Helikopter Mi-17 V5
Kapasitas angkut hingga 4 ton atau 30 personel, dilengkapi winch untuk evakuasi korban di medan sulit. - Helikopter Bell 412 EP
Lebih lincah untuk pendaratan di area terbatas, kapasitas 13 personel plus peralatan medis.
Kedua helikopter ini diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, menuju Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada 28 November 2025 pagi. Dari Pekanbaru, helikopter tersebut langsung terbang ke titik-titik krisis di Aceh (Bireuen, Aceh Utara, Pidie), Sumatera Utara (Karo, Dairi, Toba), dan Sumatera Barat (Tanah Datar, Agam, Padang Panjang).
Tugas utama:
- Distribusi logistik darurat (makanan, obat-obatan, selimut, tenda keluarga)
- Evakuasi udara warga dari desa-desa terisolir
- Pengangkutan material tower listrik darurat PLN bersama helikopter Super Puma TNI AU
Peran TNI Angkatan Laut (TNI AL)
Koarmada I dan II mengerahkan unsur laut dan udara secara bersamaan:
- Kapal perang
KRI Teluk Bintuni-520 dan KRI Teluk Lada-521 (kapal angkut tank kelas Teluk Bintuni) dikerahkan ke perairan barat Sumatera untuk mengakses wilayah pesisir dan muara sungai yang terendam banjir. Kapal ini membawa truk, alat berat, dan perahu karet untuk penyaluran bantuan ke daerah yang tidak bisa dijangkau jalur darat. - Helikopter angkut dan serbu TNI AL
Helikopter AS565 Panther dan EC725 Caracal dari Skadron Udara 200 Wing Udara 1 Puspenerbal dikerahkan untuk evakuasi medis dan pengiriman bantuan ke dataran tinggi yang terisolir akibat longsor. - Tim medis dan penyelamatan
Batalyon Kesehatan Marinir dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) diturunkan ke Padang, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan (Sumbar) serta wilayah Danau Toba (Sumut) untuk penanganan korban luka berat dan pencarian korban hilang di aliran sungai.
Kehadiran alutsista TNI secara terpadu telah berhasil:
- Mengevakuasi lebih dari 2.800 warga dari daerah terisolir dalam 48 jam terakhir
- Mendistribusikan 48 ton bantuan logistik
- Membantu PLN mengangkut 3 dari 7 tower emergency ke lokasi kritis di Aceh
Operasi gabungan TNI, Basarnas, BNPB, Polri, dan relawan ini akan terus berlangsung hingga status tanggap darurat dicabut. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan karena BMKG masih memprakirakan hujan ekstrem hingga 5 Desember 2025.